Mengusung sistem konstruksi hibrida, perpaduan struktur konvensional dan material kayu, rusun ini dirancang untuk menekan konsumsi energi serta mengurangi emisi karbon.
Sebagai bagian dari proses pemanfaatannya, Kementerian PU secara resmi menyerahkan pengelolaan rusun tersebut kepada Pemerintah Kota Tegal agar dapat dimanfaatkan secara optimal bagi masyarakat.
Rusun ini merupakan hasil kolaborasi Indonesia dan Jepang melalui program riset SATREPS sebagai langkah nyata menuju hunian yang lebih berkelanjutan di Indonesia.