Selaras dengan visi Masterplan Ibu Kota Negara (IKN) yaitu mewujudkan Kota Berkelas Dunia untuk Semua, serta untuk memenuhi KPI Green Sustainable : Ekologis dan Preservasi Lingkungan Alami, Direktorat Pengembangan Kawasan Permukiman telah menyelenggarakan Focus Group Discussion dengan tema “Telaah Lanskap Ruang Terbuka Hijau dan Biru Nagara Rimba Nusa”. Acara ini merupakan rangkaian serial dari FGD Pengayaan Basic Design Sumbu Kebangsaan Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) yang diselenggarakan dalam rangka menerjemahkan 3 pilar visi perancangan IKN, yaitu menciptakan ibukota sebagai cermin identitas bangsa, kota yang berkelanjutan, serta cerdas dan modern.

Selaras dengan visi Masterplan Ibu Kota Negara (IKN) yaitu mewujudkan Kota Berkelas Dunia untuk Semua, serta untuk memenuhi KPI Green Sustainable : Ekologis dan Preservasi Lingkungan Alami, Direktorat Pengembangan Kawasan Permukiman telah menyelenggarakan Focus Group Discussion dengan tema “Telaah Lanskap Ruang Terbuka Hijau dan Biru Nagara Rimba Nusa”. Acara ini merupakan rangkaian serial dari FGD Pengayaan Basic Design Sumbu Kebangsaan Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) yang diselenggarakan dalam rangka menerjemahkan 3 pilar visi perancangan IKN, yaitu menciptakan ibukota sebagai cermin identitas bangsa, kota yang berkelanjutan, serta cerdas dan modern.

FGD ke-3 ini dilaksanakan pada Jumat, 9 Juli 2021 bertujuan untuk menghimpun informasi terkait perencanaan pembibitan vegetasi pada IKN; menggali lesson learnt pada pengelolaan dan pembiayaan pembangunan Kebun Raya Balikpapan dan Ruang Terbuka Hijau; Lesson learnt pada pembiayaan pembangunan ruang terbuka di Malaysia.

Sebagai narasumber hadir secara online, Ir. Dyah Murtiningsih M.Hum, Plt. Direktur Pembenihan Tanaman Hutan, Direktorat Jenderal Pengendalian Aliran Sungai dan Hutan Lindung, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan; Arrizal Rahman, Kepala UPTD Kebun Raya Balikpapan, Ahmad Suryadi Hamzah, Landscape Architect PT. Bumi Serpong Damai, dan Romeiza Ismet, Landscape Architect.

Mengutip pemaparan Dyah Murtiningsih dalam Strategi dan Perencanaan Pembibitan Vegetasi pada Ibukota Negara bahwa Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan telah menyiapkan Persemaian Modern IKN untuk menjamin pembangunan kawasan IKN yang modern, berstandar internasional disertai dengan pemulihan dan perlindungan lingkungan. Persemaian modern seluas 120 Ha yang dibangun di desa Mentawir tersebut ditargetkan untuk menghasilkan 15 juta batang siap tanam setiap tahun.

Beberapa gagasan yang mengemuka dalam diskusi adalah pemilihan lokasi Ruang Terbuka Hijau yang mempertimbangkan sumber air, irigasi, jenis tanah serta fauna endemic di lokasi perencanaan. Harapannya, gagasan serta masukan yang dihimpun dari penyelenggaraan FGD ketiga ini dapat membentuk lingkungan binaan dengan sistem kota cerdas, terintegrasi serta hidup bersinergi dengan alam asli Kalimantan, dan harmoni dengan arahan Presiden Joko Widodo terkait pengembangan IKN: green, smart, compact, zero emission, dan sustainable.

Dalam arahannya, Hermanto Dardak selaku Ketua Tim Pengarah Satgas IKN menggarisbawahi bahwa pembangunan Ruang Terbuka di IKN, wajib memperhatikan komitmen pemimpin, SDM berkualitas, teknik pembibitan dan pemeliharaan, pemilihan lokasi tanaman koleksi, pengelolaan fauna, serta dukungan anggaran.

Pada sesi diskusi, Hadi Prabowo, selaku ketua Ikatan Ahli Rancang Kota Indonesia (IARKI), menuturkan dalam proses perencanaan hendaknya tidak melupakan bahwa elemen softscape maupun hardscape yang dipilih untuk mengisi Sumbu Kebangsaan harus dapat merepresentasikan kebhinekaan melalui keanekaragaman vegetasi yang ada di Indonesia, memunculkan kesan monumental sekaligus mengurangi ecological footprint

Menutup pelaksanaan FGD, Airyn Saputri Harahap, Kasubdit Wilayah I, Direktorat Pengembangan Kawasan Permukiman mengutarakan bahwa saat ini sedang dilaksanakan kegiatan perencanaan sumbu kebangsaan, hasil FGD ini akan menjadi input untuk memperkaya proses perencanaan KIPP.