Bangka Belitung tengah bersiap untuk menjadi Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN). Sebagai wilayah kepulauan, aspek maritim dan keberadaan geopark darat dan laut merupakan sebuah keunggulan sekaligus keunikan Bangka Belitung yang dapat mendukung pengembangan KSPN Bangka Belitung.

Bangka Belitung tengah bersiap untuk menjadi Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN). Sebagai wilayah kepulauan, aspek maritim dan keberadaan geopark darat dan laut merupakan sebuah keunggulan sekaligus keunikan Bangka Belitung yang dapat mendukung pengembangan KSPN Bangka Belitung.

Direktorat Pengembangan Kawasan Permukiman (PKP) Ditjen Cipta Karya melaksanakan Focus Group Discussion (FGD) II RPIP KSPN Bangka Belitung, 10 Juni 2021. FGD ini merupakan tindak lanjut dari FGD I (April 2021), Rapat Pembahasan (Mei 2021), serta survei area strategis/potensial yang telah dilaksanakan.

Dari tiga kegiatan tersebut, telah dilakukan penyusunan Rencana Pengembangan Infrastruktur Permukiman (RPIP) KSPN Babel. Penyusunan RPIP telah mengidentifikasi 16 area strategis/potensial yang termasuk dalam cakupan wilayah pengembangan KSPN Babel.

Hasil identifikasi area strategis tersebut ditindaklanjuti dengan obeservasi dan assessment terhadap kondisi infrastruktur permukiman di 16 area strategis/potensial. Kemudian, dilakukan pemetaan kondisi/permasalahan serta analisis yang dilanjutkan dengan formulasi arahan strategi serta program pengembangan infrastruktur yang diperlukan.

Berdasarkan hal tersebut, maka dalam FGD II ini, dilakukan analisis dan penetapan area strategis/potensial yang akan menjadi prioritas dalam penataan kawasan pada koridor wisata utama KSPN Babel. Dengan menerapkan metode AHP (Analytical Hierarchy Process) yang menggunakan 8 indikator, ditetapkan 3 area prioritas, yaitu (1) Open Pit Nam Salu, Kabupaten Belitung Timur; (2) Kota Muntok (Klaster Eropa), Kabupaten Bangka Barat; dan (3) HKM Bukit Peramun, Kabupaten Belitung.

Selain akan disusun dokumen DED untuk ketiga area prioritas, Pemerintah Kabupaten terkait juga akan menyiapkan readiness criteria. Dokumen readiness criteria diperlukan untuk mendukung kesiapan perencanaan teknis di area prioritas.

Penetapan ketiga area prioritas didasarkan pada keterpaduan dan sinergi yang dimiliki area tersebut terhadap kebijakan dan perencanaan terkait, baik yang dilaksanakan di tingkat daerah maupun nasional. Keterpaduan dan sinergi dijelaskan sebagai berikut.

Open Pit Nam Salu (Belitung Timur)

Pengembangan Open Pit Nam Salu sejalan dengan masterplan geopark. Selain itu, Open Pit Nam Salu juga merupakan lokasi eks-tambang timah terbesar di dunia. Pengembangannya akan mewakili  pengembangan aspek Geodiversity dari geopark sekaligus model restorasi lokasi eks-tambang yang memiliki potensi pariwisata.

Berdasarkan readiness criteria-nya, Open Pit Nam Salu memiliki lahan desa seluas 3,74 Ha yang akan dikembangkan sebagai fasilitas pendukung wisata pada revitalisasi eks lokasi tambang. Misalnya saja, visitor center, information center, museum/galeri edukasi geosite Nam salu, view deck, multipurpose hall, pedestrian, dan rest room. Pemkab Belitung Timur bersama Badan Pengelola (BP) Geopark akan menyiapkan dukungkan readiness criteria untuk proses perencanaan lebih lanjut.

Klaster Eropa Muntok (Bangka Barat)

Pengembangan Klaster Eropa Muntok sejalan dengan kebijakan dan rencana Kota Muntok sebagai Kota Pusaka. Kota Pusaka Muntok merupakan inisiasi Pemkab Bangka Barat dan Pemprov Babel dalam rangka mengangkat aspek budaya (culture diversity) dari potensi kepariwisataan Babel.

Penataan Klaster Eropa Muntok akan mendorong percepatan revitalisasi Kota Muntok sebagai eks Kota Industri Timah (urban mining heritage). Disamping itu, pengembangannya akan mendorong pertumbuhan pariwisata di kawasan barat Provinsi Babel, tepatnya Bangka.

Pada Klaster ini, terdapat 4 lokasi yang akan ditata, yaitu Taman Yuliana, Taman Wilhelmina, Taman Loko, dan Lapangan Gelora. Sesuai usulan Bappeda Bangka Barat, penataan akan fokus pada Taman Wilhelmina, Taman Loko, Lapangan Gelora, dan koridor jalan terkait. Lantaran, status lahan Taman Yuliana yang belum clear dan clean.

Sementara, Pemkab Bangka Barat mendukung penuh kegiatan. Salah satunya dengan menyiapkan dokumen terkait untuk readiness criteria.  

HKM Bukit Peramun (Belitung)

Pengembangan HKM Bukit Peramun sejalan dengan pengembangan geopark di wilayah Belitung yang telah mendapat pengakuan UNESCO pada 2021. Dalam hal ini, pengembangan area berbasis biodiversity (geosite perbukitan) serta penguatan fungsi hutan sosial. Lokasinya yang berdekatan dengan Tanjung Kelayang akan mendukung diversifikasi produk pariwisata Babel secara keseluruhan.

Pengembangan HKM Bukit Peramun telah mendapat izin pemanfaatan lahan untuk perhutanan sosial (khususnya pengembangan pariwisata) dari Kementerian LHK. Adapun optimalisasi pengembangan HKM Bukit Peramun adalah Pusat Riset dan Edukasi Geosite Bukit Peramun, Gondola akses ke puncak, canopy bridge, dan revitalisasi embung.

Rencana pengembangan dan penataan HKM Bukit Peramun perlu dikoordinasikan dengan kementerian terkait penataan dan pengembangan infrastruktur permukiman yang direncanakan. Di sisi lain, Pemkab Belitung siap mendukung penyiapan dokumen terkait untuk readiness criteria.

 

Aksesibilitas dan Konektivitas

Selain pengembangan 3 area strategis yang menjadi prioritas, dilaksanakan pula peningkatan aksesibilitas dan konektivitas. Seperti yang tertuang dalam RPIP KSPN Babel, hal tersebut mencakup pengembangan dan peningkatan jaringan transportasi darat yang andal dan menghubungkan antardestinasi wisata.

Usulan peningkatan jalan mencakup jalan antarkota Muntok – Pangkal Pinang yang akan menjadi jalur wisata utama. Lalu, peningkatan jalan menuju destinasi wisata di beberapa lokasi prioritas yang masih terbatas kondisi dan kualitasnya, seperti ke lokasi Open Pit Nam Salu dan Batu Bedil.

Hingga saat ini, desain area jalan nasional baru mencapai Bangka Selatan, belum menyentuh wilayah Bangka Barat. Rencana pelebaran jalan untuk ruas Pangkal Pinang – Muntok pun belum ada karena Pangkal Pinang masih memenuhi secara LHR.

Kendati demikian, jika memang dibutuhkan untuk mendukung KSPN, hal tersebut dapat diusulkan ke Pemerintah Pusat. Ke depannya, akan dilanjutkan Trans Sumatra untuk Bangka, yaitu saat perkembangan KSPN Babel sudah benar-benar terlihat.

Untuk peningkatan jalan, BP2JN Provinsi Babel akan berkoordinasi terkait kebutuhan jalan yang akan mendukung KSPN Babel. BP2JN siap mendukung kebutuhan pengembangan jalan nasional maupun jalan dengan prioritas khusus. (pkp)