Untuk menunjang proses pembelajaran dalam Pelatihan Pengembangan Permukiman Perkotaan, dilaksanakan kegiatan kunjungan lapangan ke 5 lokasi pengembangan permukiman di Kota Surakarta. Kunjungan yang dilaksanakan pada 7 Juni 2021 tersebut merupakan rangkaian kegiatan pelatihan yang diselenggarakan Pusat Pengembangan Kompetensi Sumber Daya Air dan Permukiman melalui Balai Pengembangan Kompetensi PUPR Wilayah VI Surabaya pada 27 Mei9 Juni 2021.

Untuk menunjang proses pembelajaran dalam Pelatihan Pengembangan Permukiman Perkotaan, dilaksanakan kegiatan kunjungan lapangan ke 5 lokasi pengembangan permukiman di Kota Surakarta. Kunjungan yang dilaksanakan pada 7 Juni 2021 tersebut merupakan rangkaian kegiatan pelatihan yang diselenggarakan Pusat Pengembangan Kompetensi Sumber Daya Air dan Permukiman melalui Balai Pengembangan Kompetensi PUPR Wilayah VI Surabaya pada 27 Mei—9 Juni 2021.

Kegiatan kunjungan lapangan ke Kota Surakarta bertujuan untuk melihat dan menganalisis pelaksanaan pembangunan di Kota Surakarta dalam rangka mendukung penanganan pengembangan permukiman di perkotaan. Kegiatan terlaksana dengan menggandeng Balai PPW Provinsi Jawa Tengah, Dinas PU Kota Surakarta, Dinas Pariwisata Kota Surakarta, Tim OSP 2, dan Tim Korkot Program KOTAKU.

Kunjungan yang dilaksanakan secara daring (distance learning) ini diikuti para pengajar, peserta diklat, dan pemandu dari KMP Program KOTAKU. Kunjungan menyasar lima titik yang menjadi lokasi pembangunan dan pengembangan permukiman perkotaan di Surakarta.

Kelima lokasi yang dikunjungi adalah RW III Kawasan Mojo yang merupakan lokasi DAK Integrasi; RW I Kawasan Mojo, merupakan lokasi Semanggi Kampung Harmoni; serta Ndalem Joyokusuman dan Kawasan Ngarsopuro. Lokasi berikutnya adalah Kawasan Keratonan/Tipes yang merupakan lokasi DAK Integrasi serta Kawasan Gilimanuk/Bendung Tirtonadi dan Kawasan Balekambang.

Awalnya, Ndalem Joyokusuman adalah milik Keraton Surakarta. Kemudian, diserahterimakan kepada Pemkot Surakarta dan kerap dimanfaatkan sebagai arena pagelaran seni dan budaya, seperti ketoprak, dan seni wayang. 

Dalam setahun, Surakarta memiliki sekitar 160 kegiatan kesenian yang sebagian besar diselenggarakan di Ndalem Joyokusuman. Pada kunjungan tersebut, perwakilan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Surakarta hadir di lokasi sebagai narasumber.

Pada 2022 mendatang, akan dilaksanakan peremajaan kawasan permukiman di Kawasan Keratonan/Tipes. Dengan skema Dana Alokasi Khusus (DAK), penanganan dilakukan dengan merelokasi 63 KK yang terdampak. Korkot Surakarta Program KOTAKU hadir di lokasi ini sebagai narasumber dalam kegiatan kunjungan.

Sedangkan, kunjungan Kawasan Taman Balekambang menyoroti kawasan seluas 9,8 Ha yang merupakan kawasan heritage sekaligus destinasi pariwisata di Surakarta. Kawasan yang dikelola UPT di bawah Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Surakarta ini kerap pula dimanfaatkan sebagai lokasi pertunjukkan dan pagelaran seni. Perwakilan dari Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Surakarta pun hadir di lokasi sebagai narasumber.

Rekomendasi Analisis

Dari hasil kunjungan, setiap peserta pelatihan ditugaskan untuk membuat analisis terkait rencana pengembangan permukiman perkotaan. Analisis disusun berdasarkan materi yang diterima selama pelatihan dan hasil pengamatan selama kunjungan lapangan secara virtual.

Hasil analisis disampaikan dalam seminar yang dilaksanakan sehari setelah kunjungan lapangan, pada 8 Juni 2021. Sebagai catatan dari hasil analisis peserta, terutama terkait penanganan program dengan kondisi pandemi Covid-19, belum disampaikan secara detail.

Rekomendasi yang disampaikan kepada peserta berupa mitigasi dan adaptasi terhadap bencana dan pengarusutamaan gender harus dapat menjadi isu strategis karena tidak terlepas dari kehidupan sehari-hari. Upaya tersebut dikaitkan dengan kondisi Kota Surakarta secara makro dan penanganan program di tengah pandemi Covid-19.

Selain itu, analisis terhadap pengembangan permukiman perkotaan sebaiknya tidak hanya terfokus pada permukiman kumuh. Namun, juga memperhatikan kawasan heritage dan kawasan penyangga aktivitas perekonomian di kota tersebut. (pkp)