Manajemen risiko adalah suatu proses mengidentifikasi, menilai, mengelola dan mengendalikan peristiwa atau suatu potensial untuk memberikan keyakinan memadai tentang pencapaian tujuan organisasi. Manajemen risiko dalam sebuah pekerjaan sangat diperlukan untuk meminimalisasi potensi kerugian yang dapat terjadi.

Agar hal tersebut dapat diterapkan oleh setiap pegawai, Balai Prasarana Permukiman Wilayah (BPPW) Bengkulu melaksanakan Internalisasi Penerapan Manajemen Risiko, Senin (19/09/2022).

Kepala BPPW Bengkulu Daniel Kuddi Sangle mengatakan bahwa budaya sadar risiko sangat perlu ditanamkan oleh setiap pegawai BPPW Bengkulu agar dalam setiap pekerjaan dapat terhindar dari masalah yang mungkin terjadi.

“Budaya sadar risiko perlu dilakukan untuk menciptakan dan melindungi nilai di dalam organisasi dengan mengelola risiko, mengambil keputusan, menetapkan dan mencapai sasaran serta meningkatkan kinerja, terkhusus di lingkungan BPPW Bengkulu,” kata Daniel.

Sementara Kasi Pelaksana Wilayah II Irwansyah yang merupakan salah Satu Risk Champion BPPW Bengkulu mengungkapkan bahwa kegiatan Internalisasi Manajemen Risiko perlu dilakukan secara komprehensif dan efektif.

“Mengingat betapa pentingnya penerapan manajemen risiko secara komprehensif dan efektif untuk mendukung peningkatan efektivitas kinerja, maka Internalisasi Penerapan Manajemen Risiko di lingkungan BPPW Bengkulu perlu dilakukan agar dapat meningkatkan pemahaman bagi unit kerja yang berperan sebagai First Line of Defense dalam pengendalian Manajemen Risiko,” ungkap Irwan.

Kegiatan Internalisasi Manajemen Risiko di lingkungan BPPW Bengkulu diikuti oleh seluruh Pegawai BPPW Bengkulu yang terdiri dari PNS, non PNS, dan Konsultan Individu serta dilakukan secara luring dan daring (Zoom Meeting). Dalam kegiatan tersebut juga dilakukan penandatanganan komitmen bersama manajemen risiko. (bppwbkl/memo/ari)