Kepala Balai Prasarana Permukiman Wilayah (BPPW) Riau Abdul Halil Kastella, didampingi Kepala Seksi Pelaksanaan Wilayah 1 Hendra, Kepala Satuan Kerja Pelaksana Prasarana Permukiman Provinsi Riau Yenni Mulyadi, dan PPK Sanitasi Taufik Hidayat, melaksanakan monitoring kegiatan Pembangunan Waste Water Treatment Plant (WWTP) atau dikenal dengan sebutan IPAL Kota Pekanbaru yang berlokasi di Jalan Sumber Sari, Kelurahan Bambu Kuning, Kecamatan Tenayan Raya, Kota Pekanbaru, Provinsi Riau, Kamis (28/07/2022).

Dalam kunjungannya ke lokasi pembangunan WWTP, Kepala BPPW Riau beserta rombongan langsung melakukan rapat koordinasi bersama direksi lapangan, konsultan PISC-MSMIP Kota Pekanbaru dan Kontraktor Pelaksana PT. PP-PJL KSO terkait penyampaian progres pekerjaan yang telah dilaksanakan dan mendengarkan presentasi dari pihak Kontraktor Pelaksana tentang penggunaan sistem teknologi Fixed-Bed Activated Sludge (FBAS) yang diadopsi oleh sistem IPAL yang akan diterapkan di Kota Pekanbaru dan kemudian dilanjutkan dengan kunjungan pada lokasi pelaksanaan pembangunan.

Abdul menjelaskan IPAL Kota Pekanbaru menggunakan salah satu teknologi Fixed-Bed Activated Sludge (FBAS), dimana pada sistem ini menggunakan media akar tanaman yang berfungsi sebagai tempat berkembangbiaknya mikroorganisme yang akan menguraikan polutan air limbah. Teknologi FBAS merupakan teknologi baru yang diterapkan di Indonesia dan tidak membutuhkan lahan yang besar seperti teknologi konvensional lainnya. “Teknologi ini nantinya akan menyerupai taman dan dilengkapi unit peredam bau. Sehingga masyarakat di sekitar IPAL tidak akan terganggu oleh bau yang dihasilkan,” tutur Abdul.

Kegiatan monitoring ini juga didampingi Direksi Lapangan, konsultan PISC-MSMIP Kota Pekanbaru dan Kontraktor Pelaksana PT. PP-PJL KSO. (BPPW Riau/ari)