Guna mendukung program Sanitasi Berbasis Masyarakat (Sanimas) Direktorat Jenderal Cipta Karya Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) akan mempercepat upaya peningkatan kualitas lingkungan permukiman serta menjawab kebutuhan masyarakat terhadap sanitasi.

Balai Prasarana Permukiman Wilayah Nusa Tenggara Barat (BPPW NTB) melalui PPK Sanitasi L. Wira Hariyadi didampingi Kasatker Pelaksana Prasarana Permukiman Wilayah NTB Andy Hakiim Arrasyid melaksanakan Penandatanganan Kontrak Kerja Fasilitator Provinsi, Fasilitator Kabupaten dan Tenaga Fasilitator Lapangan Program Sanimas SPALD-T dan Sanimas SPALD-S Tahun Anggaran 2022, Rabu (15/06/2022). Kegiatan ini dihadiri langsung oleh fasilitator Pulau Lombok dan secara online oleh fasilitator Pulau Sumbawa. 

Jumlah tenaga fasilitator yang ikut dalam penandatangan kontrak kerja sebanyak 16 orang.  Adapun penugasan tenaga fasilitator lapangan untuk Program Sanimas SPALD-T berada pada 2 desa di Kabupaten Lombok Timur. Program Sanimas SPALD-S berada di 3 desa Kabupaten Lombok Timur, dan 6 desa di Kabupaten Lombok Tengah serta 5 desa di Kabupaten Sumbawa. 

Kepala BPPW NTB Ika Sri Rejeki mengungkapkan, dengan adanya fasilitator  diharapkan dapat membantu dan mendampingi masyarakat untuk melaksanakan kegiatan dari tahap persiapan, pelaksanaan, perencanaan dan pemantauan serta dalam hal pendampingan sampai operasional dan pemeliharaan prasarana dan sarana terbangun, sehingga kesadaran masyarakat akan meningkat untuk menjaga perilaku hidup bersih dan sehat. 

Lanjut Ika, dengan waktu yang cukup singkat ini, diharapkan jadwal pelaksanaan di lapangan tercapai, tepat mutu dan kualitas karena melibatkan masyarakat langsung. Untuk kelengkapan administrasi dokumen berita acara dan setiap pencairan dana dikawal terus agar tidak terjadi penyalahgunaan anggaran sampai dengan serah terima. 

“Sarana prasarana yang terbangun agar dipelihara dengan baik sehingga pemanfaatannya dapat berkelanjutan dan apa yang sudah dilaksanakan ini dapat menjadi berkah untuk masyarakat dan lingkungannya,” tutur Ika. (Humas/BPPWNTB/ari)