Kementerian PUPR berencana menerapkan konsep infrastruktur hijau pada pembangunan Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara. Dirjen Cipta Karya Diana Kusumastuti mengatakan konsep tersebut diterapkan di IKN untuk mengangkat konsep pengembangan kota yang cerdas, inovatif, dan inklusif dengan mengedepankan prinsip global dengan kearifan lokal.

"IKN juga dikembangkan sebagai kota modern untuk memenuhi standar infrastruktur berkelas dunia. Ini juga mengaplikasikan teknologi pintar untuk mewujudkan kota layak huni," ujar Diana yang hadir sebagai narasumber dalam acara Green Economy Indonesia Summit 2022, Rabu (11/5).

Dalam kesempatan tersebut, Dirjen Cipta Karya juga menyampaikan bahwa sehubungan dengan komitmen yang disampaikan dalam Konferensi Perubahan Iklim COP 26 di Glasgow, Kementerian PUPR akan terus ikut berkontribusi dalam pengurangan emisi karbon melalui berbagai pembangunan infrastruktur yang mengadopsi prinsip pembangunan gedung hijau (green building).

Upaya yang dilakukan dalam rangka implementasi hal tersebut dapat dilihat melalui penyediaan fasilitas konektivitas yang melindungi habitat satwa, penghijauan di jalan nasional, penggunaan tenaga surya sebagai penerangan di jalan tol, efisiensi energi pada bangunan Masjid, modernisasi TPA dengan sistem pengelolaan gas landfill menggunakan teknologi flaring.

Selain itu, sehubungan dengan penyelenggaraan KTT G20 di Bali, Ditjen Cipta Karya juga melakukan Penataan Kawasan Mangrove Taman Hutan Raya (Tahura) Ngurah Rai sebagai komitmen untuk berperan besar dalam isu perubahan iklim dengan berbagai upaya, antara lain penghijauan dan pembenihan mangrove.