Dalam penanganan kumuh telah banyak dilakukan berbagai program dengan membangun platform kolaborasi melalui peningkatan peran pemerintah daerah dan partisipasi masyarakat. Dukungan dan peran aktif Pemerintah Daerah sangat diharapkan untuk mendukung target capaiannya.

Kota Kendari khususnya kawasan Bungkutoko-Petoaha pada tahun 2020 lalu mendapatkan kucuran dana dalam rangka pengurangan kawasan kumuh. Di tahun 2021 ini, Pemerintah Pusat melalui Kementerian PUPR melanjutkan pengentasan kumuh skala kawasan tahap II yakni kawasan Puday-Lapulu. 

Bertempat di Kelurahan Puday dilaksanakan peletakan batu pertama pembangunan skala kawasan tahap II Kota Kendari tahun 2021, Jumat (24/12/2021). Walikota Kendari Sulkarnain Kadir, mengatakan dalam pengentasan kawasan kumuh tidak hanya berkutat pada infrastruktur saja, karena itu dibutuhkan kolaborasi berbagai pihak. 

“Dibutuhkan penanganan permukiman kumuh secara kolaboratif dari berbagai pihak. Dari skala lingkungan hingga skala kawasan telah dilaksanakan sejak tahun 2018. Semoga dengan adanya infrastruktur ini akan meningkatkan kualitas hidup dan kesehatan masyarakat serta mendorong pertumbuhan ekonomi,” ujar Sulkarnain.

Kepala Balai Prasarana Permukiman Wilayah Sulawesi Tenggara (BPPW Sultra) I Wayan Krisna Wardana, berharap infrastruktur penanganan kumuh ini dapat selalu terjaga oleh masyarakat secara berkesinambungan.

“Harapan kami dengan terbangunnya infrastruktur ini, harus dijaga dan terus terpelihara oleh kelompok pemelihara dan pemanfaat secara berkesinambungan, yang telah ada di tingkat masyarakat dan tingkat Kota Kendari,” ujar Wayan.

Dalam kegiatan ini dihadiri oleh Wakil Walikota Kendari, Ketua DPRD Kota Kendari, Forkopimda, Kepala OPD Lingkup Provinsi Sultra dan Kota Kendari, Kepala Balai dan Kepala SNVT lingkup Kementerian PUPR, Camat Abeli, Lurah Puday dan Lapulu, Tim Leader OSP 10 Sultra, Koordinator KOTAKU Kota Kendari serta masyarakat setempat.

Berdasarkan SK Kumuh Kota Kendari dikuatkan dari hasil baseline terdapat 14,758 Ha luasan kumuh. Setelah dilakukan simulasi hitungan pengurangan kumuh berdasarkan yang kelak terbangun di kawasan Puday-Lapulu menjadi nol hektar kumuh. Hal ini menunjukan capaian pengurangan kumuh adalah 100%. (BPPW Sultra/ari)