Gedung Kuliah Bersama Universitas Khairun merupakan salah satu dari 11 PTN di Indonesia Timur yang mendapatkan penanganan dalam upaya penyelesaian Konstruksi Dalam Pengerjaan (KDP) bangunan gedung dengan fungsi gedung penunjang kegiatan perkuliahan yang proses konstruksinya terhenti sejak tahun 2018.

Melalui  Direktorat Jenderal Cipta Karya Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Balai Prasarana Permukiman Wilayah (BPPW) Maluku Utara berupaya menyelesaikan pelaksanaan konstruksi fisik yang terbilang cepat, meskipun terdapat kendala karena adanya pandemik COVID-19 dan Pembatasan Sosial Skala Besar (PSBB) selama pelaksanaan, tetapi kendala tersebut dapat diselesaikan dengan baik berkat kerja sama dan komunikasi yang berkesinambungan antara BPPW Maluku Utara dengan pihak Universitas Khairun.

Kepala Subdirektorat Perencanaan Teknis Prasarana Strategis, Direktorat Prasarana Strategis, Direktorat Jenderal Cipta Karya Essy Asiah menyampaikan serah terima pengelolaan gedung yang sudah dilakukan diharapkan dapat segera dimanfaatkan oleh pihak Universitas Khairun dalam mendukung kegiatan belajar mengajar mahasiswa, jangan sampai kosong terlalu lama karena akan berpengaruh terhadap kondisi bangunan jika tidak ditempati.

Pada tahun ini akan segera diupayakan serah terima aset gedung sekaligus alih status dimana sebelumnya nanti akan datang tim dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan yang akan datang memeriksa, jadi harus dipersiapkan segala sesuatunya seperti beberapa kekurangan yang harus diperbaiki dan dilengkapi.

Sementara, Sub Koordinator Pelaksana Wilayah Maluku dan Papua Anita Listyarini mengatakan, satu kebanggaan bagi Kementerian PUPR dapat menyelesaikan bangunan gedung kuliah bersama Universitas Khairun Ternate dan sangat mengapresiasi sekali tim BPPW Maluku Utara bahwa melanjutkan bangunan yang tidak selesai itu punya tantangan tersendiri, harus memastikan bahwa struktur bangunan itu aman untuk dilanjutkan kemudian metode pengerjaannya harus lebih seksama, jadi ada treatment tambahan strukturnya.

“Jadi, sekali lagi saya sangat mengapresiasi sekali BPPW Maluku Utara sudah menyelesaikan dengan baik, sehingga saat ini sudah siap dimanfaatkan oleh pihak Universitas Khairun untuk proses belajar dan pengembangan  Universitas Khairun  ke depannya,” tutur Anita, beberapa waktu lalu.

Harapannya ke depan perlu disosialisasikan persyaratan teknis bangunan gedung harus memenuhi standar karena keselamatan, keamanan dan kenyamanan penggunanya adalah yang utama. Anita menambahkan pengelola bangunan gedung harus mempunyai SOP, bangunan itu perlu maintenance berkala pemeliharaan dan perawatan, seperti peralatan yang meliputi AC, proteksi kebakaran. Intinya sistem penunjang jangan diabaikan dan harus dicek secara berkala. (tatik/maya/BPPW Maluku Utara/ari)