Acara Launching Buku Best Practice Hibah Air Minum TA. 2020
Foto: Acara Launching Buku Best Practice Hibah Air Minum TA. 2020
Kementerian PUPR Launching Buku Best Practice Hibah Air Minum 2020

Tangerang Selatan- Direktorat Air Minum Ditjen Cipta Karya Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat meluncurkan Buku Kisah Sukses Program Hibah Air Minum "Hibah Datang Resah Menghilang" pada Selasa (30/03/21) di Hotel Aviary, Tangerang. Buku "Hibah Datang Resah Menghilang" merupakan buku yang menyajikan informasi terkait kesuksesan Pemerintah Daerah di Indonesia dalam melaksanakan Program Hibah Air Minum (HAM) serta dilengkapi dengan testimony masyarakat penerima manfaat dan pelaku program.

Salah satu penerima manfaat program, Nenek Kalsum (68), Warga Desa Sambiroto, Kecamatan Gajah, Kabupaten Demak, Jawa Tengah menyampaikan bahwa dirinya sangat terbantu dengan adanya program ini. "Nenek sangat senang sekali karena sekarang tak usah repot minta air sebelah. "Mulai wudhu, mencuci, sampai mandi saya pakai air dari ledeng semua," kata nenek yang tinggal sebatang kara itu.

Sementara itu, Direktur Air Minum Ditjen Cipta Karya, Yudha Mediawan menyampaikan apresiasinya kepada seluruh Kabupaten/Kota yang ikut mensukseskan Program HAM ini. "Program Hibah Air Minum yang ditujukan kepada Masyarakat Berpenghasilan Rendah merupakan bentuk perlindungan negara terhadap masyarakat yang tidak mampu dan juga terpinggirkan. Terima atas kerja keras para stakeholder di daerah yang ikut terlibat dalam pelaksanaan program ini,"kata Yudha Mediawan dalam acara Launching Buku tersebut.

Program HAM yang dilaksanakan dengan tujuan untuk meningkatkan cakupan layanan air minum untuk MBR di Indonesia dengan mengoptimalkan kapasitas yang belum dimanfaatkan (idle capacity) yang dimiliki oleh Penyelenggara Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) di perkotaan maupun perdesaan. Program ini sangat penting dilaksanakan karena masih banyak warga negara di beberapa wilayah Indonesia yang belum terakses oleh air minum, terutama mereka yang hidup di daerah-daerah kering rawan air dan jauh dari sentuhan rekayasa teknologi. Sehingga Pemerintah harus hadir untuk memberikan afirmasi pertolongan.

Selama sepuluh tahun berjalan dari tahun 2010-2020, Program HAM ini telah dapat menambah akses minum sebanyak 1,7 juta Sambungan Rumah (SR) dengan jumlah penerima manfaat sebesar 8,5 juta jiwa yang tersebar di 357 Kota/Kabupaten di 33 Provinsi. Beberapa Kabupaten/Kota yang telah berhasil melaksanakan Program HAM dan dapat dijadikan contoh oleh peserta Program HAM lainnya yaitu Kabupaten Malang, Kabupaten Sukabumi, Kabupaten Gresik, Kabupaten Demak, Kabupaten Kuningan, Kabupaten Indramayu dan Kota Pontianak.

Peluncuran Buku ditandai dengan penyerahan Buku kepada Perwakilan Kabupaten/Kota yang hadir secara offline lalu dilanjutkan dengan Sharing Discusion Pelaksanaan Kisah Sukses Program HAM yang dipandu oleh Ketua CPMU, Dian Suci Hastuti. Nara Sumber yang hadir dalam acara ini yaitu Ketua Komisi 3 DPRD Sukabumi, Dirut Perumdam Kabupaten Sukabumi, Sekretaris Daerah Kabupaten Malang, Dirut Perumdam Kabupaten Malang, Sekretaris Daerah Kabupaten Demak dan Kepala Dinas PUPR Kabupaten Gresik.

Ketua Komisi 3 DPRD Kabupaten Sukabumi, Anjak Priatama Sukma menyampaikan bahwa peningkatan pelayanan akses air minum kepada masyarakat berpenghasilan rendah merupakan salah satu program Pemerintah Kabupaten Sukabumi sehingga harus terus diberikan dukungan. Salah satu bentuk dukungan Pemerintah Kabupaten untuk mewujudkan hal tersebut yaitu adanya Peraturan Daerah Nomor 16 tahun 2018 tentang Penyertaan Modal Pemerintah Daerah kepada Perusahan Umum Daerah Air Minum (Perumdam) Kabupaten Sukabumi sebesar Rp152,5 miliar. Dukungan tersebut diberikan karena Perumdam Kabupaten Sukabumi selalu dapat membuktikan kinerjanya kepada Pemda.

"Kepercayaan kami berikan karena kinerja baik dari Perumdam selalu dapat membuktikan kinerjanya dan selalu melakukan komunikasi secara intensif sehingga terjadi sinergi untuk mensejahterakan masyarakat,"kata Anjak.

Sekretaris Daerah Kabupaten Malang, Wahyu Hidayat menyampaikan ada 4 kunci sukses pelaksanaan Program HAM di Kabupaten Malang yaitu: Pertama, Adanya kerjasama tim antar semua bagian yang mendapatkan insentif berbasis kinerja; Kedua, Adanya komunikasi yang intensif antar semua pemangku kepantingan di daerah; Ketiga, Adanya kebijakan biaya yang lebih murah dan menyasar daerah yang rawan air serta; Keempat, Adanya pengendalian risiko dengan cara melaksanakan pra baseline dan pra verifikasi yang memanfaatkan sistem informasi Aplikasi Simbah.(Pspam/elmy/DianS)
Print Berita