Pelaksanaan Acara Lokarya Peminatan Program Hibah Air Minum TA. 2022
Foto: Pelaksanaan Acara Lokarya Peminatan Program Hibah Air Minum TA. 2022
Kementerian PUPR Dorong Pemda Manfaatkan Program Hibah, Tingkatkan Akses Air Minum

Tangerang Selatan-Direktur Air Minum Ditjen Cipta Karya Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Yudha Mediawan mendorong Pemerintah Daerah untuk memanfaatkan Program Hibah Air Minum (HAM) untuk meningkatkan akses layanan air minum layak 100 persen dan air minum aman 30 persen pada tahun 2024. Yudha menyampaikan bahwa pada tahun 2022, Pemerintah telah mengalokasikan pagu anggaran Program HAM sebesar Rp 1,1 Triliun untuk pemasangan sambungan rumah kurang lebih 420 ribu SR.

Beberapa persyaratan yang harus dipenuhi untuk mengikuti Program HAM yaitu memiliki Peraturan Daerah tentang Penyertaan Modal Pemerintah Daerah (PMPD) atau alokasi APBD untuk pembangunan infrastruktur air minum, memiliki idle capacity dan calon penerima manfaat Program HAM yaitu Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR).

"Pemerintah akan mengganti setiap sambungan rumah yang terpasang di rumah penduduk sebesar Rp.2 Juta untuk Hibah Air Minum Perdesaan dan Rp2 Juta - Rp3 Juta untuk Hibah Air Minum Perkotaan", kata Yudha dalam acara Video Conference Lokakarya Peminatan Pelaksanaan Program Hibah Air Minum APBN Tahun 2022, Selasa (30/03/21) di Tangerang Selatan.

Besaran dana hibah yang diberikan dalam program ini sengaja dibuat cukup tinggi dibandingkan biaya pemasangan SR rata-rata, karena memperhitungkan investasi penambahan jaringan distribusi sampai dengan pemasangan SR. Harapannya, dengan skema ini memudahkan MBR mendapatkan layanan SR air minum berbiaya murah dan Pemda dapat meningkatkan cakupan akses air minum secara lebih luas.

Program Hibah Air Minum merupakan hibah dari pemerintah pusat kepada Pemerintah Daerah dengan pendekatan kinerja terukur (output-based) dimana Pemerintah Daerah diwajibkan untuk melakukan peningkatan akses air minum yang layak bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) baik di perkotaan maupun perdesaan. Selama 10 tahun (2010-2020) Program HAM telah dapat memberikan akses air minum sebanyak 1,7 Sambungan Rumah (SR) kepada 8.5 juta jiwa penduduk di 357 Kabupaten/Kota pada 33 Provinsi di seluruh Indonesia.

Kordinator Bidang Air Minum Direktorat Perumahan dan Permukiman Bappenas Tirta Sutedjo menyampaikan bahwa Program HAM untuk MBR dapat dimanfaatkan oleh Pemerintah Daerah untuk mewujudkan Rencana Kerja Pemerintah Tahun 2022 dalam mencapai peningkatan akses air minum sebagai infrastruktur pelayanan dasar masyarakat. Mengingat pelaksanaan Program HAM merupakan program berbasis ouput yang pendanaannya dibiayai terlebih oleh Pemerintah Daerah maka diharapkan para stakeholder yang terlibat untuk melakukan koordinasi dan sinergi intensif sehinga mencapai tingkat keberhasilan maksimal. (Pspam/elmy/DianS)
Print Berita