Rapat Sinkronisasi Program Pinjaman Perbankan melalui Peraturan Presiden Nomor 46 Tahun 2019 dengan Kegiatan National Urban Water Supply Project (NUWSP), Selasa (16/03/2021).
Foto: Rapat Sinkronisasi Program Pinjaman Perbankan melalui Peraturan Presiden Nomor 46 Tahun 2019 dengan Kegiatan National Urban Water Supply Project (NUWSP), Selasa (16/03/2021).
BUMD Air Minum Siap Manfaatkan Kredit Perbankan Untuk Bangun Infrastruktur SPAM

Tangerang Selatan - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) akan memberikan dukungan kepada Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Air Minum yang melaksanakan pembangunan infrastruktur sistem penyediaan air minum (SPAM) melalui pembiayaan alternatif dana non publik. Bentuk dukungan tersebut adalah Reward dari Kementerian PUPR berupa Bantuan Pendamping dari Program National Urban Water Supply Project (NUWSP).

Berdasarkan identifikasi Direktorat Air Minum Direktorat Jenderal Cipta Karya, pada Tahun 2021 ada 5 (lima) BUMD Air Minum yang berencana melakukan pembangunan infrastruktur SPAM dengan memanfaatkan pembiayaan alternatif berupa kredit perbankan. Kelima BUMD Air Minum tersebut adalah Kota Palembang, Kota Banjarmasin, Kota Pontianak, Kota Bogor dan Kota Denpasar.

Direktur Air Minum Ditjen Cipta Karya Kementerian PUPR, Yudha Mediawan mengatakan bahwa Pemerintah telah menerbitkan Peraturan Presiden Nomor 46 Tahun 2019 tentang Pemberian Jaminan dan Subsidi oleh Pemerintah Pusat dalam Rangka Percepatan Penyediaan Air Minum untuk mendorong BUMD Air Minum memanfaatkan pembiayaan alternatif berupa kredit perbankan. Sesuai aturan tersebut BUMD Air Minum yang melakukan pembangunan infrastruktur SPAM berhak untuk mendapatkan Fasilitas Penjaminan sebesar 70% dari nilai pokok pinjaman yang gagal bayar dan Subsidi bunga sebesar selisih dari bunga kredit dan imbal hasil rata-rata tertimbang hasil lelang SPN 12 bulan, maksimum 5%. Yudha berharap dukungan dari Pemerintah Pusat dapat dimanfaatkan Pemda untuk meningkatkan cakupan layanan air minumnya sehingga makin banyak masyarakat yang merasakan layanan air minum aman.

"Adanya program pinjaman perbankan diharapkan mempunyai kontribusi lebih besar terhadap pemenuhan kebutuhan investasi mempercepat peningkatan cakupan pelayanan air minum kepada masyarakat. Ke depan, potensi PDAM yang mengikuti pinjaman perbankan diharapkan meningkat dengan adanya target peningkatan jumlah PDAM dengan kinerja Sehat, " kata Yudha dalam acara Sinkronisasi Kegiatan Program Pinjaman Perbankan melalui Peraturan Presiden Nomor 46 Tahun 2019 dengan Kegiatan National Urban Water Supply Project (NUWSP), Selasa (16/03/2021).

Kasubdit Wilayah II, Triyono Tulus Setyawan menyampaikan bahwa untuk mendukung pelaksanaan Peraturan Presiden Nomor 46 Tahun 2019, Pemerintah telah menerbitkan Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 60 Tahun 2020 tentang Tata Cara Pelaksanaan Pemberian Jaminan dan Subsidi Bunga dalam rangka Percepatan Penyediaan Air Minum dan Peraturan Menteri PUPR (Permen PUPR) Nomor 29 Tahun 2020 tentang Pemberian Rekomendasi dan Pedoman Teknis Kelayakan Proyek Investasi di Bidang SPAM. Berdasarkan Permen PUPR Nomor 29 Tahun 2020, ada 4 (empat) Jenis Kegiatan SPAM yang dapat diusulkan pada program Jaminan dan Subsidi Bunga yaitu pembangunan baru, peningkatan kapasitas produksi, perluasan jaringan untuk pemanfaatan kapasitas yang belum termanfaatkan; dan/atau perbaikan untuk peningkatan kinerja BUMD Air Minum. (Pspam/elmy/tyas)
Print Berita