Pembangunan sarana prasarana pendidikan yang dilakukan oleh Kementerian PUPR merupakan salah satu wujud nyata dalam mendukung program Presiden RI dalam mencetak sumber daya manusia yang unggul untuk Indonesia maju. Khusus untuk pembangunan Perguruan Tinggi Negeri (PTN) berfokus pada bangunan yang berstatus Konstruksi Dalam Pengerjaan (KDP) atau terbengkalai. Salah satu pembangunan gedung KDP oleh Kementerian PUPR melalui Balai Prasarana Permukiman Wilayah Sulawesi Selatan (BPPW Sulsel) adalah Gedung Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Negeri Makassar (FMIPA UNM).


Pembangunan gedung awalnya dilakukan secara bertahap, yaitu tahap I tahun 2012 dan tahap II tahun 2015-2016. Akan tetapi, pembangunan tersebut terhenti dan mulai direhabilitasi oleh BPPW Sulsel sejak tahun 2019 dan selesai tahun 2021. Oleh sebab itu, sebagai tindak lanjut, maka BPPW Sulsel melaksanakan acara Serah Terima Pengelolaan dan Peresmian Gedung FMIPA UNM bertempat di gedung aula, Rabu (21/04/2021).

Gedung FMIPA UNM sendiri dibangun di lahan dengan luas 1.296 m2 dan total luas bangunan lanjutan 5.376 m2. Melalui acara serah terima pengelolaan dan peresmian ini diharapkan dapat menjadi pengujian guna mengevaluasi hasil pekerjaan yang telah dilaksanakan. Selain itu, diharap seluruh bangunan yang telah rampung dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya guna mengaktualisasikan nilai Tri Dharma Perguruan Tinggi, yaitu pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat di lingkungan FMIPA UNM.

Rektor UNM Husain Syam mengucapkan apresiasi setinggi-tingginya dan terima kasih kepada seluruh jajaran Kementerian PUPR yang telah bekerja secara maksimal dalam pembangunan ini. Husain mengatakan bahwa masih terdapat 3 bangunan KDP di UNM dan berharap untuk bisa mendapatkan intervensi. “Ke-3 bangunan KDP saat ini yaitu Laboratorium Terpadu Fakultas Teknik, Fakultas Ekonomi, dan bangunan di sekitar Gedung Rektorat, 3 KDP ini telah kita persiapkan agar dapat diberikan intervensi oleh pemerintah,” ujar Husain.

Menanggapi hal tersebut, Direktur Prasarana Strategis Iwan Suprijanto menyampaikan bahwa pelaksanaan rehabilitasi bangunan KDP bergantung pada kesiapan tim perencana dari universitas. “Kecepatan penanganan KDP yang ada di UNM bergantung pada kesiapan menyampaikan dokumen, penyelesaian pisah batas oleh BPKP, dan kelengkapan lainnya. Jika itu semua sudah clear maka Kemendikbud Ditjen Dikti tentu akan secepatnya menyampaikan kepada kami untuk kemudian dialokasikan dan kami anggarkan,” jelas Iwan. Iwan menambahkan bahwa Direktorat Prasarana Strategis Kementerian PUPR tidak hanya melanjutkan pembangunan KDP, tetapi juga memastikan bahwa bangunan gedung memenuhi persyaratan teknis.

Kepala BPPW Sulsel Ahmad Asiri menyampaikan bahwa pembangunan Gedung FMIPA UNM merupakan bentuk rehabilitasi terhadap bangunan KDP. “Bangunan ini merupakan salah satu KDP yang menjadi tanggung jawab kita untuk melakukan rehabilitasi. Pembangunan yang kita lakukan dimulai sejak tahun 2019 dengan diawali tahap reviu desain oleh PT. Adhicipta Engineering Consultant bersama Kementerian PUPR, audit pisah batas oleh BPKP, perwakilan BPPW Sulawesi Selatan, dan tim teknis Universitas Negeri Makassar, lalu Uji Struktur oleh Konsultan PT. Danureksa Sarana Cipta,” terang Asiri.

Asiri menambahkan bahwa pembangunan yang berlangsung di tengah pandemi COVID-19 menjadi salah satu dinamika hingga harus dilakukan refocusing. Namun, hal tersebut bukan kendala besar karena pada akhirnya pembangunan Gedung FMIPA telah rampung dan mulai dapat digunakan. (Ranny/Reno Bayuaji Kusprayogo PPK Prasarana Strategis Wilayah II/BPPW Sulsel/ari)