Warga Desa Geramat Kecamatan Kinal Kabupaten Kaur sebelum masuknya program Pamsimas di tahun 2020 sangat sulit untuk mendapatkan air bersih dikarenakan kondisi geografis desa yang berada di daerah perbukitan dan jauh dari sumber air bersih, terlebih lagi saat musim kemarau datang.


Launi Roles, salah satu warga Desa Geramat mengungkapkan bahwa untuk mendapatkan air bersih saat musim kemarau, warga desa terpaksa mengambil air ke Bendungan Air Nasal dengan kendaraan roda 2 (motor). 

“Sumur warga di Desa Geramat ini sangat dangkal, paling dalam 2 meter sudah bertemu batu keras karena memang letak Desa Geramat di daerah perbukitan. Jadi, jika musim kemarau datang, air di sumur warga menjadi mengering sehingga warga terpaksa pergi untuk mencari air di sungai terdekat,” ungkap Launi. 

Lanjut Launi, Alhamdulillah setelah program Pamsimas masuk dan membangun sistem air bersih di Desa Geramat ini kebutuhan air bersih warga sudah terpenuhi, bahkan untuk fasilitas cuci tangan di masjid pun sudah disediakan dari program Pamsimas sehingga penerapan prokes dalam rangka pencegahan COVID-19 di Desa Geramat ini dapat diterapkkan. 

Sementara, Kepala Balai Prasarana Permukiman Wilayah (BPPW) Bengkulu Daniel Kuddi Sangle saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu (21/04/2021) mengungkapkan, bahwa program Pamsimas memang dikhususkan bagi perdesaan yang mengalami kesulitan air dimana belum terdapat jaringan PDAM. 

“Dengan masuknya program Pamsimas di desa-desa yang mengalami kesulitan dalam mendapatkan air bersih seperti di Desa Geramat kami sangat berharap dapat membantu warga desa dalam memenuhi kebutuhan air bersihnya mengingat air merupakan salah satu kebutuhan dasar yang harus dipenuhi,” ungkap Daniel. (memo/bppwbkl/ari)