Balai Prasarana Permukiman Wilayah (BPPW) Jawa Timur melaksanakan kegiatan Rapat Koordinasi Penguatan Kelembagaan UPTD Pengelola Instalasi Pengolahan Lumpur Tinja (IPLT) di Kota Batu dengan metode Hybrid (secara online dan tatap muka) dan tetap menerapkan protokol kesehatan secara ketat, Selasa (28/09/2021).

Tujuan diselenggarakan kegiatan ini untuk memisahkan operator dan regulator dalam Pengelolaan Air Limbah Domestik (PALD) lebih memaksimalkan pelayanan air limbah domestik pada IPLT dan mendorong terwujudnya Sustainable Development Goals (SDGs) Tahun 2030 khususnya pada aspek manajemen sanitasi berkelanjutan.

Dalam sambutannya, Kasi Pelaksana Wilayah II, Rachmad Budi Siswanto menjelaskan Peningkatan kualitas lingkungan melalui pengelolaan air limbah domestik lumpur tinja merupakan variabel penting dalam upaya memberi pelayanan dasar dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat dicapai melalui pembangunan prasarana dan sarana bidang santasi salah satunya IPLT. “Infrastruktur IPLT berfungsi untuk mengelola air limbah domesik lumpur tinja yang merupakan urusan konkuren pemerintah kabupaten/kota sebagaimana amanat UndangUndang No. 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah” tutur Budi.

Budi berharap, dengan terselenggaranya kegiatan ini dapat meningkatkan koordinasi dan peran serta dari seluruh OPD yang membidangi pengelolaan IPLT, selain itu untuk mendapatkan gambaran urgensitas pembentukan kelembagaan pengelola air limbah domestik dan kebijakan pemerintah dalam mempercepat capaian target SDGs Tahun 2030, dapat menguatkan kelembagaan UPTD pengelola IPLT terwujudnya SDGs Tahun 2030, serta dapat membuat langkah-langkah strategis dan inovatif dalam menjalankan lembaga UPTD pengelola IPLT.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut secara on line ( Direktorat Sanitasi dan Biro Organisasi Provinsi Jawa Timur), secara tatap muka ( Kasi Pelaksana Wilayah II, OPD terkait yang membidangi Pengelolaa IPLT ).