Tarif Ideal PDAM Rp 3.500 Permeterkubik

Tarif ideal untuk pelayanan air minum PDAM sebesar Rp 3.500/meterkubik. Menurut Kepala Badan Pendukung Pengembangan Sistem penyediaan Air Minum (BPPSPAM) Rachmat Karnadi dengan besaran tarif tersebut maka PDAM bisa meningkatkan pelayanan dan mengembangkan usahanya. “Saat ini bahkan masih ada PDAM yang tarifnya hanya Rp 500/ meterkubik. Ini jelas tidak sehat,” ucap Rachmat Karnadi kepada para wartawan di Jakarta, Jumat siang (4/1),” agar sebuah PDAMdapat beroperasi secara normal tarifnya sekitar Rp2500/kubik atau agar dapat lebih mengembangkan usahanya dapat mencapai Rp3500/kubik,” lanjutnya.
  
  

Rachmat Karnadi mengatakan, perbaikan tarif PDAM hendaknya dapat diterapkan, agar PDAM tersebut bisa menutup biaya operasional. Situasi sekarang masih banyak PDAM yang tarifnya masih rendah

Berdasarkan data BPPSPAM hingga akhir 2007, masih terdapat 113 PDAM yang kondisinya tidak sehat. Hal ini diakibat tarif masih rendah dibandingkan dengan biaya operasional. Sementara jumlah yang sehat ada 79 PDAM atau sebesar 25 persen.

”Jumlah tersebut sudah ada peningkatan dibanding tahun-tahun sebelumnya dimana persentase PDAM yang sehat hanya 9 persen,” sebut Rachmat Karnadi.

Kepala BPPSPAM mengakui, banyaknya PDAM yang kurang sehat dan sakit tidak hanya disebabkan rendahnya tarif, tetapi juga ada kelemahan pada Sumber Daya Manusia (SDM) dan manajemen dari PDAM yang bersangkutan.

Kelemahan juga ada pada kelemahan pelaporan dari PDAM. Berdasarkan laporan dari Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) masih terdapat 108 PDAM yang masih bisa membuat laporan keuangan.

Rachmat Karnadi menuturkan, untuk PDAM-PDAM yang masih memiliki kelemahan dalam pelaporan, BPPSPAM akan melakukan pendampingan pembuatan laporannya hingga 2008. Rachmat Karnadi menegaskan PDAM tersebut tetap beroperasi walau dalam masalah laporan keuangannya masih belum terorganisir dengan baik atau tidak dilakukan pencatatan.

Kepala BPPSPAM juga menyoroti PDAM yag sering berganti-ganti manajemen. Hal tersebut turut memperparah kondisi PDAM bersangkutan. “Seharusnya manajemen diberikan cukup waktu untuk menjalankan manajerial," jelas Rachmat Karnadi.

Rachmat Karnadi mengungkapkan hingga akhir 2007 cakupan pelayanan PDAM secara nasional baru 45 persen, padahal pada akhir 2009 pemerintah menargetkan cakupan pelayanan sebesar 66 persen.

“Ini sebuah target yang cukup berat, karena berarti kita harus menambah kapasitas pelayanan sebanyak 30 ribu liter/detik lagi,” kata Kepala BPPSPAM. (rnd)