Satu Orang Indonesia Konsumsi Air Rata-rata 144 Liter per Hari

Hasil survey yang dilakukan Direktorat Pengembangan Air Minum, Ditjen Cipta Karya pada 2006 menunjukkan setiap orang Indonesia mengkonsumsi air rata-rata sebanyak 144 liter per hari. Dari sejumlah itu pemakaian terbesar untuk keperluan mandi, yakni sebanyak 65 liter per orang per hari atau 45% dari total pemakaian air. Demikian disampaikan Direktur PAM Pudjastanto dalam penyajian hasil survey pada Dialog Penajaman Pola Konsumsi dan Kebutuhan Pokok Minimal Nasional, Senin (05/03) di Jakarta. Dialog tersebut dihadiri oleh Departemen Kesehatan, Bappenas, Perpamsi, YLKI, dan pihak berkepentingan lainnya.
  
  

“Dengan dialog ini diharapkan menghasilkan konsensus nasional tentang pola konsumsi air  agar memperoleh kebutuhan pokok minimal air minum rumah tangga yang akurat dan khusus. Informasi kebutuhan pokok minimal tersebut diperlukan untuk keperluan perencanaan program pengembangan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) di Indonesia,” ucap Pudjastanto.

Menurutnya selama ini belum ada informasi pola konsumsi air minum di Indonesia, sehingga perencanaan dan perancangan SPAM selama ini masih mengacu pada standar dari text book. Untuk itu menurutnya perlu ada informasi pola konsumsi air yang realistis, cocok dan khas untuk Indonesia.

Sementara itu, kebutuhan pokok minimal nasional merupakan amanat PP No. 16/2005 tentang pengembangan SPAM yang menyebutkan “Tanggung jawab pemerintah dan pemerintah daerah untuk menjamin hak setiap orang dalam mendapatkan air minum bagi kebutuhan pokok minimal sehari-hari guna memnuhi kehidupan yang sehat, bersih dan prosuktif”.

Pembahasan kebutuhan pokok minimal nasional itu bertujuan antara lain menyusun kebutuhan pokok minimal air minum di Indonesia berdasarkan pola konsumsi air, memberikan informasi untuk penyusunan standar pelayanan minimal, dan memberikan informasi untuk penyusunan kebijakan subsidi silang dalam struktur tarif pelayanan air minum.

Salah satu anggota Tim Teknis survey tersebut, Sitti Bellafolijani menambahkan, survey pola konsumsi air minum mengambil sample sebanyak 3.150 orang, baik yang mendapat pelayanan air minum perpipaan maupun non-perpipaan. Survey dilakukan dengan metode pengambilan data memakai cluster stratified random sampling. Menurutnya, hasil survey ini masih mengandung kekurangan-kekurangan.

“Untuk itu perlu pembahasan lebih lanjut oleh tim kecil agar menghasilkan angka-angka yang mantap untuk kemudian dapat dijadikan pedoman bagi desain pengembangan SPAM. Data pola konsumsi air minum dimungkinkan akan menjadi Keputusan Dirjen Cipta Karya sedangkan data kebutuhan pokok minimal nasional akan diwujudkan melalui Peraturan Menteri,” jelas Yeni.