Gubernur Papua Barat Dominggus Mandacan akan mengupayakan gedung baru untuk bidang Cipta Karya di Provinsi Papua Barat. Hal ini menjawab permintaan PPK Perencanaan dan Pengendalilan Program Infrastruktur Permukiman (Randal PIP) Provinsi Papua Barat, Jamaludin Ugar, dalam pertemuan dengan Gubernur Papua Barat terkait Rapat Tindak Lanjut Percepatan Pembangunan Infrasruktur di Papua Barat, pekan lalu.

Jamaludin Ugar menyampaikan, Direktorat Jenderal Cipta Karya di Papua Barat membawahi 5 Satker diantaranya, Satker Penataan Bangunan dan Lingkungan (PBL), Satker Pengembangan Kawasan Permukiman (PKP), Satker Pengembangan Sistem Penyediaan Air Minum (PSPAM),  Satker Pengembangan Sistem Penyehatan Lingkungan Permukiman (PSPLP), dan Randal PIP Provinsi Papua Barat. 

Selama ini, dari Satker Bidang Cipta Karya di Provinsi Papua Barat tidak dapat berkumpul dalam satu gedung, sehingga cukup menyulitkan saat melakukan koordinasi. Sebab, jarak antara gedung PIP2B yang merupakan kantor Satker PBL dan Randal PIP dengan kantor Satker PSPAM dan PSPLP jaraknya mencapai 10 km, sementara dengan Satker PKP sekitar 12 km. Untuk memaksimalkan kinerja dan koordinasi antara Satker sektoral bidang Cipta Karya, PPK Randal PIP Papua Barat meminta kepada Gubernur Papua Barat agar mengijinkan untuk menggunakan kantor Dinas PU Provinsi Papua Barat yang terbakar beberapa tahun lalu. 

“Nantinya, gedung itu akan dipugar dan di bangun kembali menjadi kantor Cipta Karya Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) di Papua Barat. Kami berharap, Gubernur Papua Barat menghibahkan bangunan yang sebelumnya menjadi kantor Dinas Pekerjaan Umum untuk dapat ditempati,” kata Jamaludin Ugar. 

Menanggapi hal itu, Gubernur Dominggus Mandacan mengatakan, akan berkoordinasi dengan Sekda Provinsi Papua Barat Nataniel D. Mandacan. “Akan diupayakan tetapi saya koordinasikan dengan Sekda terlebih dahulu,” terang Gubernur di hadapan para pejabat Kementerian PUPR di Papua Barat. [Lilis Pabar/bns]