Direktur Jenderal Cipta Karya, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Sri Hartoyo meninjau pekerjaan rehabilitasi drainase kawasan Istana Kepresidenan dan pembangunan drainase untuk mendukung penyelenggaraan Asian Games di Jakarta, Sabtu (09/09/2017).

Turut mendampingi Dirjen Cipta Karya yakni Kepala Seksi Subdit. PLP Khusus, Kepala Satker Pengembangan PLP Strategis, danPPK PLP Jabodetabek Satker Pengembangan PLP Strategis Direktorat Pengembangan Penyehatan Lingkungan Permukiman (PPLP). 

Sri Hartoyo mengungkapkan, rehabilitasi drainase  dilakukan sesuai konsep penanganan drainase dan utilitas di kawasan Istana Kepresidenan Jakarta, yaitu dengan cara mengurangi genangan air di area-area tertentu. Lingkup pekerjaan rehabilitasi drainase berupa pemasangan saluran pre-cast(box culvert dan u-ditch) dan modular tank di area tertentu yang telah ditentukan, dengan kapasitas 1500 mdan tersebar di 3 lokasi yang masing-masing berkapasitas 500 m3

Sri Hartoyo menginstruksikan agar dalam pelaksanaan pekerjaan harus terus menjaga ketepatan mutu, waktu, dan biaya. Selain itu dalam pelaksaannya, untuk memperhatikan elevasi dasar saluran agar tidak terjadinya genangan. “Penting juga untuk menjaga kerapihan dan keselamatan kerja mengingat pekerjaan dilakukan di kawasan istana,” tutur Sri Hartoyo. 

Status pembangunan konstruksi pekerjaan sampai dengan 5 September 2017, progres fisiknya sebesar 5,6 %. Seluruh pekerjaan konstruksi sesuai dengan kontrak ditargetkan selesai pada 30 Oktober 2017. 

Sementara, untuk konsep penanganan drainase kawasan di Kawasan Gelora Bung Karno (GBK) menggunakan pendekatan zero run off. Salah satu kegiatannya berupa rain harvesting modular tank sebagai penampungan air hujan untuk dimanfaatkan kembali. Selain itu juga dilakukan pembangunan modular tank dengan kapasitas 3000 m3 pada 3 venue di kawasan Gelora Bung Karno Jakarta, yang meliputi venue rugby kapasitas 500 m3venue Istora 1000 m3, dan venue stadion madya 1500 m3. Status pembangunan konstruksi modular tank sampai dengan awal September 2017, progres fisiknya sebesar 64,04%.(plp/ari)