Sesuai dengan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2011 pasal 16 tentang Perumahan dan Kawasan Permukiman, mengamanatkan salah satu wewenangnya Pemerintah Pusat, salah satunya adalah menyusun dan menyediakan basis data perumahan dan kawasan permukiman yaitu basis data infrastruktur permukiman. Basis data perlu disediakan dan dikonsolidasikan secara sistematis mulai dari tingkat kabupaten/ kota, tingkat provinsi, hingga tingkat pusat. Pengumpulan dan identifikasi data infrastruktur permukiman merupakan salah satu tuntutan untuk menyediakan basis data informasi dengan akurasi dan validitas yang tinggi sehingga dapat memudahkan untuk pengambilan sebuah keputusan.

Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Sumber Daya Air Provinsi Lampung yang diwakili Kepala Bidang Cipta Karya R.M. Haromie Aqsha dalam acara pembukaan Workshop Konsolidasi dan Kebijakan Satu Data Bidang Cipta Karya Tahun Anggaran 2017 di Bandar Lampung, Selasa(12/09/2017).

Romie mengatakan bahwa satu data merupakan kebijakan untuk mewujudkan data yang akurat, mutakhir, terpadu, terintegrasi, dan dapat di akses oleh pengguna data, sebagai dasar perencanaan, pelaksanaan, evaluasi, dan pengendalian pembangunan melalui perbaikan tata kelola data di setiap instansi khususnya di lingkungan Ditjen Cipta Karya. 

"Untuk mewujudkan kebijakan satu data, maka diperlukan pemenuhan atas data yang akurat, terbuka, dan terintegrasi. Satu data memiliki tiga prinsip utama yaitu, satu standar data, satu metadata baku, dan satu portal data. Dengan demikian, pemanfaatan data pemerintah tidak hanya terbatas pada penggunaan secara internal antar instansi, tetapi juga sebagai bentuk pemenuhan kebutuhan data publik bagi masyarakat sehingga implementasi kebijakan satu data bidang Cipta Karya dapat tercapai," ungkap Romie. 

Romie berharap workshop ini menghasilkan perencanaan di masa mendatang yang mendukung Gerakan 100-0-100 untuk mewujudkan infrastruktur permukiman bagi seluruh lapisan masyarakat berbasis satu data yang akurat, terbuka dan terintegrasi. (Methariska/Akbar – Randal Lampung/ari)