Direktorat Jenderal Cipta Karya melalui Satuan Kerja Pengembangan Sistem Penyehatan Lingkungan Permukiman (PSPLP) Provinsi Sulawesi Tenggara bersama Pemerintah Kota Kendari menggelar Focuss Group Discussion (FGD) Bantuan Teknis (Bantek) Inisiasi Operasional Instalasi Pengolahan Lumpur Tinja (IPLT) ,di Kendari, Kamis (07/09/2017). Kegiatan ini diikuti oleh 25 orang peserta yang terdiri dari unsur Dinas PU, Bappeda, Dinas Lingkungan Hidup, dan Dinas Kesehatan.

Topik diskusi yang dibahas pada FGD kali ini yaitu identifikasi permasalahan dalam pengelolaan IPLT, yaitu permasalahan yang terkait dengan aspek kelembagaan, aspek hukum, aspek administrasi, aspek teknis operasi dan pemeliharaan serta  aspek finansial dan partisipasi masyarakat, kemudian menemu kenali potensi pengelolaan IPLT serta mencari solusi untuk menghadapi permasalahan dalam pengelolaan  IPLT.  

Hal tersebut diungkapkan oleh Sekretaris Kota Kendari yang diwakili  oleh Kasubid Infrastruktur  Bappeda, Vivi Noviyani dalam membuka kegiatan FGD.Vivi berharap melalui  FGD ini IPLT bisa beroperasi  dengan maksimal dan  program layanan  lumpur tinja terjadwal  bisa tercapai. 

Sementara, PPK PSPLP 2 Satker PSPLP Provinsi Sultra Ashwad Mukmin menambahkan tujuan dari FGD adalah untuk menginisiasi Pemerintah Kabupaten/Kota dalam mengoperasikan IPLT  agar infrastruktur  yang telah  terbangun  dapat dimanfaatkan dengan optimal dan dapat mendukung program  layanan lumpur tinja di kabupaten/kota. Ashwad menggambarkan tentang kondisi IPLT Pulonggida Kota Kendari  dimana saat ini sudah beroperasi hanya perlu rehabilitasi/optimalisasi saluran penghubung unit kolam fakultatif ke kolam maturasi, serta perbaikan pipa outlet dan penambahan pasir di bak SDB, unit bak SDB, saringan sampah dan dinding penahan longsor.(Eny-Maman Randal Sultra/ari)