Sanimas merupakan program penyediaan sarana dan prasarana sanitasi berbasis masyarakat yang bertujuan dalam menangani air limbah permukiman bagi masyarakat miskin perkotaan. Salah satu infarstruktur yang dibangun melalui program Sanimas di Provinsi Bengkulu adalah  Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) Bentiring Permai, pada tahun anggaran 2015. Pembangunan IPAL diharapkan dapat meningkatkan akses penduduk terhadap prasarana dan sarana air limbah permukiman yang berkaitan dengan aspek kesehatan, lingkungan hidup, pendidikan sosial budaya serta kemiskinan.

 

IPAL Bentiring Permai melayani 32 KK atau sebanyak 1.000 jiwa di lingkungan RT 25 RW 004 Kelurahan Bentiring Permai Kecamatan Muara Bangkahulu Kota Bengkulu. Kepala Satuan Kerja Pengembangan Sistem Penyehatan Lingkungan Permukiman (PSPLP)Provinsi  Bengkulu, Azwar Alpian mengungkapkan bahwa program Sanimas yang ada merupakan salah satu bentuk perwujudan amanat Undang-Undang Nomor. 23 tahun 2013 tentang Pemerintahan Daerah, Guna Meningkatkan Komitmen Pemerintah Daerah Dalam Penyelenggaraan Sanitasi Serta Sebagai Bentuk Sinergitas Program Pembangunan Yang Dilaksanakan Pemerintah Daerah Dengan Pemerintah Pusat.

“Secara spesifik program Sanimas ini bertujuan untuk membangun sanitasi yang layak untuk meningkatkan kualitas lingkungan dan bentuk dari penyelamatan air sumur,“ ungkap Azwar saat ditemui di ruang Satker PSPLP Provinsi Bengkulu, Jumat (04/08/2017).

Salah satu warga masyarakat yang memanfaatkan IPAL Bentiring Zuhuriana mengatakan, bahwa dengan adanya pembangunan IPAL ini bukan hanya masalah sanitasi saja yang teratasi tapi bangunan diatas IPAL sendiri dapat dimanfaatkan sebagai tempat belajar mengaji bagi anak-anak dan juga sebagai balai pertemuan warga yang sering dimanfaatkan untuk tempat arisan ataupun menggelar hajatan.

 “Sebelum ada program Sanimas ini, masyarakat disini septic tanknya darurat sehingga bau dan membuat polusi, WCnya pun masih hanya berdinding dengan kain di luar rumah. Setelah adanya IPAL ini alhamdulillah polusi sudah tidak ada lagi dan warga memiliki tempat untuk berkumpul bersama-sama,” ujar Zuhuriana.

Untuk menunjang operasional IPAL, KSM setempat mewajibkan iuran Rp. 10.000,- per KK setiap bulannya yang termasuk pada iuran wajib RT, untuk dipergunakan sebagai biaya operasional pemeliharaan IPAL seperti voucher listrik dan lain-lain. (Memo/Indah/RDLBKL/ari)