Satker PSPLP Provinsi Aceh bersama Duta Sanitasi menggelar kampanye dan edukasi bidang sanitasi, Minggu (06/08/2017) di Banda Aceh. Acara yang mengambil tempat di TPS 3R Lambung Lestari, Gp. Lambung Kota Banda Aceh ini buka oleh Kasatker PSPLP Provinsi Aceh, Yenny Mulyadi. Peserta yang hadir sebanyak 50 orang yang terdiri dari ibu-ibu PKK dan anak-anak usia sekolah dasar.

Yenny mengungkapkan, dalam masterplan kampanye bidang PLP, beberapa elemen komunikasi perlu direncanakan untuk pelaksanaan kampanye agar efektif, menjangkau target grup sesuai dengan anggaran yang tersedia melalui kampanye dan edukasi bidang sanitasi bagi publik. Melalui kampanye dan edukasi bidang sanitasi yang efektif dan berkesinambungan, diharapkan mampu menjadikan hidup dengan sanitasi yang baik menjadi suatu kebutuhan bagi masyarakat. 

Dalam kegiatan ini, para Duta Sanitasi Provinsi Aceh berperan sebagai mentor dalam menyampaikan materi dan berbagi pengalaman kepada masyarakat. Kampanye dan edukasi mengajak anak-anak untuk melukis dinding (mural) bertema sarana dan prasarana sanitasi dan berkreasi pada tong sampah. Selain itu, dilakukan penyuluhan kepada peserta tentang pentingnya sanitasi dan mengubah sudut pandang masyarakat bahwa tidak selamanya prasarana dan sarana sanitasi sebagai tempat pembuangan yang tidak menarik, sehingga masyarakat menjadi lebih tertarik untuk merawat dan menjaga sarana dan prasarana sanitasi tersebut. Adapun permainan untuk peserta anak-anak berupa penyusunan puzzle dan permainan adu ular tangga. 

Lanjut Yenny, kegiatan kampanye berupa menggambar mural ini baru tahun ini dilaksanakan oleh Satker PSPLP Provinsi Aceh yang diharapkan dapat menjadi gerakan yang positif dalam meningkatkan peran serta masyarakat dalam sanitasi. 

“Menuju sanitasi Aceh yang lebih baik merupakan tantangan terbesar dikarenakan belum semua warga kita memiliki pengetahuan dan pemahaman tentang sanitasi yang sama. Terlebih lagi, isu sanitasi ini masih dianggap tidak penting. Meningkatnya fasilitas TPS dengan pendekatan 3R dan kemudian TPA (Tempat Pemrosesan Akhir) yang semula open dumping atau pembuangan terbuka menjadi minimal controlled landfill atau sanitary landfill serta infrastruktur drainase lingkungan yang akan mengurangi genangan di kawasan permukiman,” tegas Yenny Mulyadi. (dotz/randalaceh/ari)