Ditjen Cipta Karya melalui unit kerja Perencanaan dan Pengendalian Program Infrastruktur Permukiman (Randal PIP) Provinsi Aceh melaksanakan pelatihan Aplikasi Simak BMN, e-Monitoring, Saiba dan SAS Bidang Cipta Karya, di Banda Aceh, Kamis (13/07/20017).

Acara dibuka oleh Sekretaris Dinas Cipta Karya Provinsi Aceh, Hanan Fahrizal. Acara dihadiri oleh peserta dari Satker sektoral di lingkungan Dinas Cipta Karya Provinsi Aceh, operator SAIBA kabupaten/kota, operator e-Monitoring reguler/DAK kabupaten/kota dan narasumber dari koordinator wilayah Direktorat Jenderal per Bendaharaan Provinsi Aceh serta KPKNL Banda Aceh. 

Pelatihan ini bertujuan untuk memberikan pembinaan dan arahan kepada pelaku kegiatan pembangunan infrastruktur permukiman khususnya kepada para Kasatker, PPK, Bendahara Pengeluaran, PPSPM, petugas e-Monitoring, SAS, SAIBA dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab pada Tahun Anggaran 2017. 

Kegiatan infrastruktur berbasis masyarakat untuk Provinsi Aceh Tahun Anggaran 2017 terdiri dari 11 kabupaten/kota yang mendapat kegiatan pengembangan kawasan pengembangan berbasis masyarakat (PKPBM), 7 kabupaten/kota mendapatkan program Sanitasi Berbasis Masyarakat (Sanimas), 18 kabupaten/kota mendapat Program Pamsimas. Hingga saat ini, 20 kabupaten/kota sudah melakukan input pagu dalam aplikasi e-Monitoring, sisa 3 kabupaten/kota lagi yang terdiri dari Kabupaten Aceh Singkil, Kota Subulussalam dan Kota Sabang yang belum melakukan input data awal kedalam aplikasi e-Monitoring. 

“Anggaran sebesar Rp. 83 miliar dari kegiatan berbasis masyarakat tentulah bukan angka yang kecil. Diharapkan setelah pembekalan materi pelaporan, pihak operator pelaporan dapat segera melakukan inputing data awal dan melakukan update untuk setiap kemajuan pelaksanaan pekerjaan, sehingga laporan menjadi transparan dan dapat dipertanggungjawabkan,” ujar Hanan. (dotz/randalaceh/ari)