Satuan Kerja Pengembangan Sistem Penyehatan Lingkungan Permukiman Bidang Cipta Karya Provinsi Kalimantan Selatan bersama Balai Wilayah Sungai Kalimantan II, Senin (20/3/2017) melakukan Peringatan Hari Air Dunia ke XXV tahun 2017. Aksi peringatan dilakukan dengan penyerahan tong sampah ke 10 Sekolah Dasar Negeri di Banjarmasin.

Menurut hasil survey Balai Wilayah Sungai di Banjarmasin masih ditemukan sekolah dasar yang fasilitas kebersihan termasuk tempat sampahnya kurang memadai sehingga penyediaan tong sampah ke sekolah-sekolah dasar di Banjarmasin merupakan hal penting agar mengedukasi siswa tidak membuang sampah sembarangan terutama ke sungai. 

Dikonfirmasi mengenai hal tersebut, Kasatker PSPLP Provinsi Kalsel Rio Franata mengatakan Banjarmasin sebagai Kota 1000 Sungai merupakan kota dengan karakteristik air sehingga pranata budata, religi, adat istiadat akan selalu berhubungan dengan sungai, sehingga adalah hal penting menjaga kualitas air agar tetap bersih dan sehat terutama sungguh memprihatinkan sekali kalo ada urang banjar masih buang sampah di sungai. 

“Selain membuat air tercemar bakteri akan mengganggu kesehatan serta memperberat pengolahan air menjadi air bersih, sehingga biaya pengolahan akan semakin meningkat tentu lucu kalo Banjarmasin mengalami krisis air bersih untuk itu kita mengedukasi usia dini atau pelajar sekolah dasar untuk tidak membuang sampah di sungai tetapi di tempat sampah  dan di pilah dengan prinsip 3R (reuse reduce recycle),” jelas Rio.(hrd kalsel/ari)