Jombang – Pemerintah Kabupaten Jombang menaruh perhatian serius terhadap persoalan air minum, dan tahun 2020 ini, salah satu daerah di Provinsi Jawa Timur itu akan memperoleh program nasional Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas) di 17 desa.

Menurut Kepala Dinas Perumahan dan Permukiman (Perkim) Kabupaten Jombang, Heru Wijajanto, Jumat (28/8/2020), tahun 2020 Kabupaten Jombang akan memperoleh program air minum perdesaan di 17 titi di 17 desa, bahkan sebanyak 13 titik di antaranya sudah melakukan pembangunan fisik berupa pengeboran, sedangkan sisanya akan menggunakan sumber air yang sudah ada.

“Anggaran Pamsimas bersumber dari sharing antara pemerintah pusat melalui APBN, pemerintah kabupaten melalui APBD, dan dari dana desa melalui APBDes,” katanya.

Melalui dana APBN, katanya, masing-masing desa akan memperoleh sebesar Rp 245 juta, sedangkan dari APBD masing-masing desa akan menerima Rp 200 juta. Rinciannya 12 desa bersumber dari APBN dan lima desa dari APBD.

Sedangkan kekurangan anggaran akan disediakan melalui sumber anggaran dari masing-masing desa. Program Pamsimas, katanya, sumber pendanaannya dari Pemerintah Pusat dan pemerintah kabupaten mencapai 70 persen, sedangkan sisanya masing-masing 10 persen dari dana desa, 20 persen melalui swadaya masyarakat (incash), dan iuran masyarakat (inkind).

Penentuan 17 titik lokasi Pamsimas, menurut Heru Wijayanto, prosesnya melalui tahapan verifikasi. “Prosesnya cukup panjang, mulai dari Bappeda, kemudian permintaan desa, selanjutnya dilakukan identifikasi, dan penetapan wilayah desa mana saja yang membutuhkan. Ada skor penilaian. Jadi tidak bisa tiba-tiba,” katanya.

Sedangkan tujuan program Pamsimas adalah untuk mengatasi permasalahan kebutuhan air minum di masing-masing wilayah desa. Saat ini masih terdapat empat calon lokasi desa penerima Pamsimas yang masih mencari sumber airnya, di antaranya dua desa di Kecamatan Kesamben, masing-masing Desa Pojokkulon dan Desa Jombok, serta dua desa di Kecamatan Plandaan, yakni Desa Jipurapah dan Desa Klitih.

Program Pamsimas di empat desa itu, katanya, masih mencari sumber air karena kualitas debit air belum terpenuhi, sedangkan di lokasi desa lainnya sudah berjalan dan sedang melaksanakan pembangunan tower. (ditpam/yss)