Sektor pariwisata merupakan salah satu sektor yang memiliki kontribusi paling menjanjikan pada penambahan devisa negara maupun Pendapatan Asli Daerah (PAD). Selain penambahan devisa, sektor pariwisata mampu menumbuhkan kehidupan sosial bahkan ekonomi penduduk lokal dan terbukti ampuh untuk membuka lapangan pekerjaan baru bagi warga lokal. Pengembangan pariwisata suatu negara pun dapat memberikan kontribusi dalam mengenalkan negara Indonesia dalam kancah dunia. Bahkan secara kewilayahan, pengembangan kepariwisataan yang memiliki karakter multi-sektor dan lintas regional, secara konkret dan efektif mampu mendorong pembangunan infrastruktur dan fasilitas kepariwisataan yang pada gilirannya menggerakkan arus investasi dan pengembangan wilayah.

Why Tourism Matters

Sektor pariwisata merupakan salah satu sektor yang memiliki kontribusi paling menjanjikan pada penambahan devisa negara maupun Pendapatan Asli Daerah (PAD). Selain penambahan devisa, sektor pariwisata mampu menumbuhkan kehidupan sosial bahkan ekonomi penduduk lokal dan terbukti ampuh untuk membuka lapangan pekerjaan baru bagi warga lokal. Pengembangan pariwisata suatu negara pun dapat memberikan kontribusi dalam mengenalkan negara Indonesia dalam kancah dunia. Bahkan secara kewilayahan, pengembangan kepariwisataan yang memiliki karakter multi-sektor dan lintas regional, secara konkret dan efektif mampu mendorong pembangunan infrastruktur dan fasilitas kepariwisataan yang pada gilirannya menggerakkan arus investasi dan pengembangan wilayah.

Menilik perkembangan kepariwisataan belakangan ini, Indonesia memiliki kunjungan turis yang mengarah pada tren positif, dari tahun 2009 hingga 2017, tren kunjungan wisatawan asing mengalami grafik peningkatan yang cukup stabil. Berdasarkan UNWTO Tourism Barometer Volume 16, hingga 2017 tercatat sebanyak 1.322 juta orang. Wisatawan asing mengunjungi Indonesia untuk menikmati kekayaan bangsa Indonesia.

Kontribusi PDB Pariwisata baik yang terdampak langsung maupun tidak langsung adalah sebesar 10% dari total PDB (7,61 triliun USD). Diperkirakan akan meningkat sebesar 3,9% menjadi 11,51 triliun USD pada tahun 2027. Dari sektor penciptaan lapangan pekerjaan, pariwisata berhasil menciptakan 1 dari 10 lapangan kerja baik secara langsung dan tidak langsung.

Tren positif tersebut menyumbangkan sebuah gagasan pada pemerintah untuk menggalakkan pengembangan pariwisata di Indonesia agar dapat berkompetisi secara internasional dengan negara di seluruh dunia maupun negara  tetangga seperti  negara  yang tergabung dalam ASEAN. Joko Widodo selaku Presiden Negara Republik Indonesia, memberikan sebuah statement yakni “Sebagai salah satu sektor unggulan pariwisata harus didukung dengan ketersediaan infrastruktur dan sistem transportasi”. Pengembangan pariwisata kemudian didukung dengan Peraturan Presiden No. 56 Tahun 2018 & 2 KSPN direktif presiden dengan jumlah KSPN Prioritas sebanyak 12 destinasi. Salah  satu  diantaranya adalah pengembangan Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) Borobudur.

Kemana Arah Pengembangan Borobudur?

Candi Borobudur terletak di Desa Borobudur, Kecamatan Borobudur, Kabupaten Magelang, Provinsi Jawa Tengah. Lokasi Candi Borobudur pun sangat strategis karena berdekatan dengan kota-kota besar seperti Yogyakarta,  Semarang,  Solo, dan lainnya. Lokasi yang sangat strategis ini ditunjang dengan adanya gagasan dalam pengembangan kawasan sekitar Candi Borobudur yang masih masuk dalam kategori kepariwisataan yaitu Candi Mendut, Candi Pawon, Candi Canggal, Candi Ngawen, dan Candi Losari.

Penataan kawasan juga tak  cukup pada kawasan candi saja namun sudah merambah pada penataan kawasan dan peningkatan infrastruktur permukiman di KSPN Borobudur. Sembilan desa yang nantinya akan diintervensi dalam penataan dan peningkatan infrastruktur adalah Desa Borobudur, Desa Karangrejo, Desa Ngadiharjo, Desa Karanganyar, Desa Tanjungsari, Desa Tuksongo, Desa Ngargogondo, Desa Wanurejo dan Desa Candirejo. Penataan kawasan dan peningkatan infrastruktur permukiman diharapkan dapat menunjang kepariwisataan di kawasan  KSPN Borobudur.

Peran PKP?

Lalu apa peran PKP? Pengembangan Kawasan Permukiman adalah sebuah direktorat yang menangani KSPN termasuk KSPN Borobudur didalamnya. Tugas dan fungsi dari Direktorat PKP  sendiri adalah melaksanakan keterpaduan yang diinterpretasikan pada perencanaan KSPN Borobudur secara komprehensif dan holistik baik dari segi aksesibilitas, penataan kawasan, hingga peningkatan zona-zona penunjang kawasan seperti candi-candi yang masih menjadi kawasan yang nantinya akan digali potensinya.

Jika dilihat dari history kunjungan wisatawan asing maupun domestik, kunjungan hanya dilakukan pada kawasan Candi Borobudur saja, padahal jika dilihat lebih jauh banyak sekali potensi wisata yang dapat  di jadikan  sebagai destinasi pelengkap Candi Borobudur. Pengembangan kawasan sekitar Candi Borobudur inilah yang nantinya  akan dapat memecah perhatian turis dan keramaian pada  Candi  Borobudur sehingga disamping menarik pengunjung lebih banyak dengan menambahkan obyek wisata juga dapat memberikan length of stay yang cukup lama dibandingkan jika hanya berkunjung pada Candi Borobudur saja.

Gagasan  Pengembangan

?Letak Candi Borobudur yang strategis juga memberikan Ide-ide perencanaan yang akan memberikan dampak sangat positif bagi peningkatan jumlah kunjungan wisatawan dengan kemudahan akses diantaranya adalah dengan mengembangkan 4 gerbang  menuju kawasan candi Borobudur diantaranya adalah:?

  • Gerbang Palbapang atau Gerbang Singa (akses dari Yogyakarta/Solo)
  • Gerbang Blondo (akses dari Semarang)
  • Gerbang Kembanglimus (akses dari Purworejo)
  • Gerbang  Klangon (akses dari Kulonprogo)?

 

Pengembangan Akses dan Kawasan

Keempat akses ini akan berpusat dan menuju ke arah  kawasan candi Borobudur. Pengembganan gerbang akses ini ditunjang dengan koridor koridor yang menghubungkan jalan akses dengan  kawasan  Candi Borobudur. Perencanaan empat gerbang ini bertujuan unyuk memberikan kemudahan akses kepada wisatawan untuk mengunjungi kawasan candi Borobudur. Dengan kemudahan akses infrastruktur ini diharapkan kunjungan wisatawan dapat meningkat baik dari domestik maupun mancanegara.

Pembuatan keempat gerbang sebelum memasuki Kawasan Candi Borobudur bertujuan untuk memberikan kesan welcoming kepada wisatawan dengan memberikan beberapa teaser-teaser sedikit wisata yang akan dinikmati oleh pengunjung sesampainya di Kawasan Candi Borobudur. Keempat gerbang ini pun diharapkan dapat memberikan ikon wisata baru  pada KSPN Borobudur termasuk diantaranya untuk memberikan pengalaman berwisata sambil beristirahat pada rest area yang dibangun pada 2 gerbang yaitu Gerbang Klangon dan Gerbang Kembang Limus.

Selain pembuatan empat gerbang penunjang akses dan konektivitas kawasan Candi Borobudur yang menghubungkan beberapa daerah, perencanaan kegiatan penataan dan peningkatan kualitas di sekitar kawasan Candi Borobudur dilakukan untuk memberikan pengalaman wisata yang berbeda selain pada Candi Borobudur. Selama ini, pariwisata hanya fokus pada Candi Borobudur, sehingga arah pengembangan diperluas untuk menghubungkan Candi Borobudur dengan kawasan sekitarnya seperti: (1) Rencana penataan aksis/poros budaya antara kawasan Mendut – Pawon – Borobudur; (2) Penataan Kawasan Kaki Kali Elo; (3) Penataan Jalur Pejalan Kaki  Tepi  Kali Progo; (4)  Koridor Jalan Balaputra; (5) Penataan Sendang di Komplek Pawon (Wonorejo)

Pengembangan Kawasan Pariwisata Nasional (KSPN) Borobudur yang mencakup penataan di dalam Candi Borobudur maupun peningkatan kualitas kawasan sekitar tentunya bertujuan untuk menata Kawasan Borobudur sebagai Situs Warisan Budaya Dunia (World Heritage Site) dan Destinasi Pariwisata yang Berkelas Dunia. (pkp)