Dalam rangka percepatan pembangunan infrastruktur Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) Super Prioritas, Kementerian PUPR melalui Direktorat Jenderal Cipta Karya kembali menggelar acara konsultasi publik KSPN Danau Toba di Kabupaten Simalungun pada hari Rabu (6/10).

Dalam rangka percepatan pembangunan infrastruktur Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) Super Prioritas, Kementerian PUPR melalui Direktorat Jenderal Cipta Karya kembali menggelar acara konsultasi publik KSPN Danau Toba di Kabupaten Simalungun pada hari Rabu (6/10). 

Turut hadir perwakilan pemerintah pusat yakni Direktur Destinasi Pariwisata Badan Otorita Pengelola Kawasan Pariwisata Danau Toba (BOPDT), Pusat Pengembangan Kawasan Strategis BPIW, Direktorat sektor di Ditjen Sumber Daya Air, Ditjen Bina Marga, Ditjen Cipta Karya, Ditjen Penyediaan Perumahan, Kepala Balai Wilayah Sungai Sumatera II, Kepala Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional II Medan, Kepala Balai Prasarana Permukinan Wilayah Sumatera Utara dan Kepala SNVT Penyediaan Perumahan Provinsi Sumatera Utara. 

Sedangkan  pemangku kepentingan daerah diwakili oleh Bupati Simalungun, unsur Pemerintah Provinsi, Pemerintah Kabupaten, Pemerintah Kecamatan, lembaga adat dan akademisi, aparat serta tokoh masyarakat setempat dengan Direktur Pengembangan Kawasan Permukiman, Bapak Didiet Arief Akhdiat, sebagai pimpinan acara.

“Program KSPN Super Prioritas salah satunya adalah KSPN Danau Toba. Sebagian kawasan di Danau Toba akan dikembangkan dan ditingkatkan kualitasnya ke level premium. Konsultasi publik ini bertujuan mengumpulkan masukan yang telah direncanakan oleh Kementerian PUPR.” ujar Kasatgas KSPN.

Selain itu, Direktur Pengembangan Kawasan Permukiman menambahkan bahwa konsultasi publik KSPN Danau Toba bertujuan untuk mendapatkan masukan terhadap desain-desain yang disampaikan oleh Tim Perencana. Hal-hal yang berkaitan dengan persiapan lahan, kesediaan masyarakat serta dokumen perizinan akan menjadi catatan dalam perencanaan.

Perencanaan KSPN Danau Toba disampaikan oleh Tim Perencanaan yang membahas rencana desain penataan pedestrian dari Terminal Sosor Saba Parapat hingga Rumah Pengasingan Bungkarno. Pendekatan berupa pola mata angin dan desain dari segi dimensi, material dan motif terinspirasi dari adat lokal yang juga memperhatikan kebutuhan disabilitas. Kemudian desain Gapura Parapat di titik Jalan Siborong-borong dan Jembatan Siserasera terinspirasi dari Rumah Adat Bolon. Lalu terdapat rencana penataan Pantai Bebas Parapat yang mengintepretasi lekuk Gorga Batak sebagai ikon dan simbol yang kuat untuk wilayah Parapat. Serta rencana kawasan waterfront didekat Hotel Atsari yang juga terinspirasi dari adat dan budaya lokal. Rencana pengembangan ini diharapkan membuat wisatawan dapat menikmati pemandangan Danau Toba yang menjadi branding (merek) pariwisata.

"Pada intinya masyarakat Parapat mendukung adanya rencana pengembangan kawasan pariwisata. Jangan sampai pekerjaan yang akan dilaksanakan tertunda." ujar Harianto Sinaga, salah satu tokoh masyarakat setempat

Kegiatan ini pun diakhiri arahan oleh Bapak Jopinus Ramli Saragih selaku Bupati Simalungun yang menekankan komitmen Pemerintah Kabupaten Simalungun dalam memfasilitasi kebutuhan perencanaan, keadaan lapangan dan kesepakatan dengan masyarakat setempat agar turut menikmati dampak pengembangan kawasan pariwisata. Selain itu, bupati yang telah menjabat dua periode tersebut menambahkan bahwa perlu adanya integrasi dan sinergi pembangunan.

Konsultasi publik yang dilakukan di Kabupaten Simalungun merupakan salah satu dari tiga lokasi rencana konsultasi publik KSPN Danau Toba selain Kabupaten Toba Samosir dan Kabupaten Samosir. Konsultasi publik KSPN Danau Toba sendiri masih akan berlangsung hingga hari Jum’at mendatang (8/11). Masukan yang disampaikan oleh para pemangku kepentingan akan menjadi bahan untuk menyempurnakan desain perencanaan pembangunan infrastruktur KSPN Super Prioritas.