PKL di Lingkungan Kementerian PUPR Akan Ditata Lebih Higienis

Di lingkungan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat , sepanjang ruas Jl. Raden Patah, terdapat 145 PKL resmi yang beroperasi pada pukul 06.00 s/d 15.00 WIB. Selain PKL resmi tersebut, banyak pula PKL yang beroperasi di luar jam yang ditentukan. Kondisi PKL di Jl. Raden Patah saat ini kurang memperhatikan faktor kebersihan lingkungan atau tidak higienis, sehingga dikhawatirkan akan mengakibatkan permasalahan kesehatan. Selain itu kondisi PKL juga mengambil alih fungsi ruang pejalan kaki.

Berangkat dari keprihatinan terhadap kondisi PKL di ruang Jl. Raden Patah yang berada tepat di belakang kawasan Kampus Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, diperlukan gagasan-gagasan Penataan PKL yang mengedepankan kesehatan, kenyamanan, keamanan dan kemudahan baik bagi para pedagang maupun pembelinya. Penataan akan dilakukan dengan merelokasi PKL ke dalam kawasan Kampus Kementerian PUPR untuk mengembalikan fungsi jalur pejalan kaki sebagaimana mestinya.

Dalam rangka mendapatkan masukan berupa gagasan-gagasan desain Penataan PKL Higienis di lingkungan Kantor Pusat Kementerian PUPR, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat mengadakan Sayembara Gagasan Desain PKL Higienis PUPR. Sayembara ini dikhususkan untuk Pegawai Negeri Sipil angkatan 2017 atau Calon Pegawai Negeri Sipil angkatan 2018 di lingkungan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat dan dewan juri yang menilai berasal dari lingkungan PUPR, arsitek yang kompeten, Bidang UMKM Dinas Koperasi Usaha Kecil dan Menengah serta Dinas Perdagangan Provinsi DKI Jakarta. Danang Priatmodjo selaku praktisi arsitek bertindak sebagai ketua dewan juri dalam sayembara ini.

“Sesuai arahan Bapak Menteri PUPR, bahwa kondisi PKL di Jl. Raden Patah sudah seharusnya higienis dan nyaman, serta bagaimana PKL di Jl. Raden Patah tidak merusak fungsi trotoar untuk para pejalan kaki maupun aktivitas sirkulasi kendaraan seperti damkar dan yg lainnya, maka diperlukan ide2 atau gagasan yang baru untuk menata PKL tersebut. Diharapkan nantinya PKL tidak akan mengganggu aktivitas pejalan kaki, maupun sirkulasi damkar, higienis dan nyaman” sambut Diana Kusumastuti selaku Direktur Bina Penataan Bangunan membuka acara penjurian Sayembara Gagasan Desain PKL Higienis PUPR, Selasa 13 Agustus 2019, di Hotel Ambhara, Jakarta.

Setelah diumumkan pada tanggal 12 Juli 2019 hingga batas akhir penyerahan hasil karya pada tanggal 12 Agustus 2019, terdapat 17 hasil karya yang diterima oleh panitia dan semua hasil karya lolos seleksi administratif atau yang menurut panitia layak untuk diikut sertakan dalam Sayembara ini. Tiga peserta terbaik nantinya akan dilaporkan kepada Bapak Menteri PUPR untuk dipilih pemenangnya dan akan dilanjutkan dengan penyerahan penghargaan. (*IF/Rentek)