Peraturan Presiden Nomor 43 Tahun 2019 telah mengamanatkan kepada Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) antara lain untuk mengembangkan sarana dan prasarana pendidikan dan meningkatkan fungsi pasar untuk mendukung kualitas pendidikan yang lebih baik dan kegiatan perekonomian masyarakat.

Untuk mendukung implementasinya, diselenggarakan Sosialisasi Kebijakan dan Bimbingan Teknis Pelaksanaan Serah Terima Barang Milik Negara (BMN) dan Pemanfaatan BMN Kegiatan Pusat Pengembangan Sarana dan Prasarana Pendidikan, Olahraga dan Pasar (PSPPOP) Tahun Anggaran 2019 di Kota Kendari, Senin (9-13/09/2019).

Dalam sambutannya, Kepala PSPPOP Iwan Suprijanto, mengatakan terdapat ratusan sekolah yang merupakan perolehan atas beban Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) yang akan menjadi BMN diserahkan untuk kepentingan masyarakat sebagai barang publik.

“Pada Tahun Anggaran 2019, terdapat 598 sekolah dalam 57 paket (SYC dan MYC), 22 madrasah dalam 4 paket (SYC), 12 PTN dalam 3 paket SYC dan 9 paket MYC, 2 PTKIN dalam 2 paket MYC di wilayah timur. Seluruh paket pekerjaan tersebut yang menggunakan barang hasil perolehan atas beban APBN melalui DIPA akan menjadi BMN. Selanjutnya juga akan digunakan untuk kepentingan masyarakat sebagai barang publik,” ujar Iwan.

Acara ini dirangkaikan dengan serah terima hibah BMN dari Ditjen Cipta Karya Kementerian PUPR pada Pemerintah Kota Kendari. Walikota Kendari Sulkarnain berterima kasih dan berharap kedepannya kerja sama dari Kementerian PUPR mendukung sinergitas pembangunan.

“Kebun Raya ini akan menjadi destinasi wisata baru di Kota Kendari. Support dari Kementerian PUPR, kami ucapkan terima kasih. Kami Pemerintah Kota Kendari akan terus terbuka mengharapkan kerja samanya lagi ke depannya. Sangat berharap sinergitas pembangunan di daerah terus didukung oleh Kementerian PUPR,” papar Sulkarnain. (Tim BPPW Sultra/ari)