Balai Prasarana Permukiman Wilayah (BPPW) Lampung mengikuti penyuluhan kesehatan untuk pegawai di lingkungan Kementerian PUPR. Acara ini diselenggarakan oleh Biro Umum Kementerian PUPR bekerja sama dengan BNN dan Dinas Kesehatan Provinsi Lampung, Kamis (29/08/2019). Kepala Biro Umum Kementerian PUPR Sriyanto dalam sambutannya mengatakan, tingginya angka penyalahgunaan narkoba yang saat ini cukup meresahkan berbagai kalangan. Untuk itu, dibutuhkan peran serta dari berbagai elemen, baik Pemerintah maupun masyarakat dalam memerangi peredaran gelap dan penyalahgunaan narkoba. Terlebih, saat ini Indonesia sudah dinyatakan darurat narkoba.

Melihat perkembangan tersebut, Biro Umum Kementerian PUPR menggiatkan penyuluhan kesehatan berupa tes kesehatan dan edukasi serta sosialisasi terkait pencegahan narkoba kepada masyarakat. Acara dimulai dengan tes urin yang diikuti oleh 122 pegawai Kementerian PUPR di Provinsi Lampung. Hasil tes urin tersebut disampaikan secara terbuka langsung oleh Kepala BNN Provinsi Lampung dengan hasil 100% negatif.

“Tes urin ini untuk memastikan di lingkungan kerja kami bebas narkoba. Maksud dan tujuan ini adalah bentuk dari nilai-nilai yang ada di kementerian kami untuk pegawai berintegritas dan hidup sehat tanpa narkoba. Kami juga dalam memerangi narkoba di lingkungan kerja bersinergi dengan BNN Provinsi Lampung,” jelas Sriyanto.

Lanjut Sriyanto, pemberantasan narkoba bukan hanya tugas dari BNN dan kepolisian. Tapi Aparatur Sipil Negara (ASN) juga harus berperan, paling tidak bisa membentengi diri dari sisi keluarga masing-masing dan dapat menularkan kepada lingkungan sekitar.

Sementara, Kepala BPPW Lampung Maria Doeni Isa mengatakan kegiatan yang dilaksanakan merupakan wujud sinergitas antara BNN dengan BPPW Lampung. Kegiatan ini sebagai bentuk kepedulian terhadap bahaya narkoba. Semoga langkah semacam ini diikuti oleh instansi terkait lainnya.

Pada penyuluhan kali ini dilaksanakan pemeriksaan tekanan darah, kolesterol dan gula darah oleh tim Dinas Kesehatan Provinsi Lampung kepada peserta penyuluhan. Berdasarkan data riset kesehatan dasar tahun 2013, di Indonesia kematian yang diakibatkan oleh penyakit degeneratif mengalami peningkatan dari 41,7 % menjadi 59,5% diantaranya adalah penyakit jantung koroner, diabetes melitus, hipertensi, stroke, dan gagal ginjal.

“Melihat data tersebut, tentu harus menjadi perhatian kita bersama, di mana semua itu terjadi karena kurangnya pengetahuan kita dalam menjaga dan meningkatkan pola hidup yang sehat. Dari informasi yang saya dengar bahwa penyakit degeneratif dapat dicegah dengan cara melakukan pola hidup sehat,” tutup Doeni. (Methariska – BPPW Lampung/ari)