Direktorat Jenderal Cipta Karya melalui Balai Prasana Permukiman Wilayah (BPPW) Kalimantan Selatan melaksanakan Workshop Evaluasi Capaian Key Performance Indicator (KPI) dan Percepatan Implementasi Desa 2019 Program Pamsimas III TA 2019 Provinsi Kalimantan, Selasa (13/08/2019) di Banjarmasin.

Dalam kesempatan tersebut, Kepala Satuan Kerja Penyediaan Air Minum Berbasis Masyarakat (PAMBM) Ditjen Cipta Karya Abdul Hakam mengatakan, program Pamsimas sejak tahun 2008 terbukti telah memberikan peningkatan terhadap akses air minum dan sanitasi layak sampai 2018 kepada 17,2 juta jiwa rakyat Indonesia di wilayah pedesaan melalui pembangunan sistem penyediaan air minum dan sanitasi berbasis masyarakat di 16.654 desa/kelurahan yang tersebar di 296 kabupaten/kota di 33 provinsi. 

“Untuk pelaksanaan Pamsimas 2018 hingga 2019 di Kalimantan Selatan ada 11 kabupaten yang tersebar di 375 desa, pada 2017 capaian air minum di Provinsi Kalsel sebesar 76,85% masih ada gap sekitar 23,15 % yang harus dikejar Provinsi Kalsel hingga akhir 2019 untuk akses universal dan ini merupakan tantangan yang berat,” ujar Hakam. 

Lanjut Hakam, terkait capaian kinerja KPI pada 2019 ini akses pemanfaat telah mencapai 423.798 jiwa sedang sambungan rumah sudah mencapai  34.148 dengan meter air dan 28.260 tanpa meter air. Perpipaan yang dibangun 2.553.524 meter. 

Di Provinsi Kalsel terdapat 42 SPAMS desa tidak berfungsi, 188 berfungsi sebagian, dan 963 desa berfungsi baik. Oleh karena itu, Kepala Satker PAMBM berpesan kepada para peserta agar memahami persoalan dan tantangan serta mampu menyusun strategi percepatan implementasi semua kegiatan Pamsimas 2019 untuk menuntaskan akses air minum dan sanitasi. (HRD KALSEL/ari)