Satuan Kerja Infrastruktur Berbasis Masyarakat dan Central Project Management Unit (CPMU) bersama dengan Direktorat Pengembangan Penyehatan Lingkungan Permukiman, Direktorat Jenderal Cipta Karya, Kementerian PUPR mengadakan acara Workshop Awal Pelaksanaan Sanimas IsDB TA 2019 di Bandung, beberapa waktu lalu.

Direktur Pengembangan PLP Dodi Krispratmadi mengungkapkan bahwa sebagaimana telah diketahui bersama bahwa Pemerintah Indonesia telah menerima pinjaman dari Islamic Development Bank (IsDB) sebesar USD 100 juta untuk mendanai kegiatan pembangunan sarana sanitasi berbasis masyarakat (Sanimas IsDB). 

Dodi mengimbau para pemangku kepentingan untuk berperan aktif sebagai salah satu kunci keberhasilan dalam membangun komunikasi dan koordinasi yang baik guna mengawal pelaksanaan Program Sanimas IsDB ini, terutama untuk mewujudkan terjalinnya sinergi antara Pemerintah Pusat, Provinsi dan Kabupaten/Kota agar target dari Program Sanimas IsDB ini dapat tercapai pada waktu yang telah ditentukan. 

Dodi mengharapkan program Sanimas IsDB ini memperhatikan kualitas secara teknis dan juga administrasi. Dari teknis, diharapkan agar Satker PIP dan DPIU bersama-sama konsultan pendamping melakukan pemantauan dan evaluasi lapangan secara berkala. Ketentuan teknis konstruksi, pelaporan, opsi teknologi sudah ditegaskan agar mengacu pada pedoman pelaksanaan teknis tersebut. 

Dari total jumlah sebaran lokasi di setiap 13 provinsi sasaran program Sanimas IsDB TA 2019, Provinsi Jawa Barat merupakan provinsi yang paling banyak jumlah sasaran lokasinya. Artinya, bahwa kontribusi dari Pemerintah Daerah Jawa Barat menjadi bagian penting dalam menyukseskan program Sanimas IsDB ini. Balai Prasarana Permukiman Wilayah (BPPW) Jawa Barat selaku perwakilan dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat mengajak para Satker PIP dan DPIU dari 7 kabupaten/kota di Provinsi Jawa Barat penerima program Sanimas IsDB ini agar menjalankan program dengan partipasi dan kontribusi yang maksimal. Begitu juga dengan Satker PIP dan DPIU dari kabupaten/kota lainnya. 

“Semoga kita bisa berkontribusi dengan maksimal dalam pencapaian akses sanitasi layak, salah satunya melalui upaya penyelenggaraan program Sanimas IsDB ini,” ungkap Kepala BPPW Jawa Barat Feriqo Asya Yogananta. 

Lanjut Feriqo, sisi lain yang tidak kalah pentingnya adalah administrasi pelaksanaan program ini. Mengingat loan Sanimas IsDB belum pernah sama sekali dilakukan audit keuangan tahunan, maka pada tahun ini akan mulai dipersiapkan proses tersebut. Harapannya adalah para Satker PIP dibantu oleh konsultan pendamping bisa mempersiapkan dokumen terkait audit yang nantinya dibutuhkan oleh Auditor BPKP. 

Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka memulai pelaksanaan program secara nasional serta sebagai wadah untuk penyamaan persepsi seluruhstakeholder program Sanimas IsDB terkait penyelenggaraan dan pencapaian output program secara keseluruhan dan penyelenggaraan program pada tahun 2019 secara khusus, mengingat mulai bulan Agustus ini kegiatan di lapangan sudah memasuki tahapan pencairan dana bantuan. (Pub.IBM/ari)