Pemerintah Kota Bandar Lampung menyambut baik program kerja sama Pemerintah Australia yang mendukung Pemerintah Indonesia dalam upaya peningkatan pembangunan infrastruktur air minum dan sanitasi melalui program hibah untuk pembangunan sanitasi.

Hal tersebut disampaikan Kepala Bappeda Kota Bandar Lampung Khaidarmansyah dalam acara Rapat Koordinasi Pelaksanaan Program Hibah Australia-Indonesia Untuk Pembangunan Sanitasi di Kota Bandar Lampung, Kamis (18/07/2019).

Khaidar menyebutkan bahwa program ini dilaksanakan dalam rangka percepatan pengembangan sistem pengelolaan air limbah menuju tercapainya 100% akses layanan sanitasi layak melalui penerapan mekanisme output based atau berdasarkan kinerja yang terukur. Pendekatan output based ini mengandung makna bahwa Pemerintah Daerah diisyaratkan melakukan investasi terlebih dahulu dengan menggunakan dana APBD. Dana hibah yang dialokasikan dapat dicairkan oleh Pemerintah Daerah setelah adanya rekomendasi teknis atas hasil verifikasi terhadap kinerja pelayanan kepada masyarakat yang menjadi sasaran program ini. 

“Demi mendukung percepatan dan perluasan akses sanitasi yang layak, Pemerintah Indonesia juga telah bekerja sama dengan Pemerintah Australia dalam bentuk Program Hibah Australia Indonesia untuk Pembangunan Infrastruktur (sAIIG) yang pelaksanaannya telah berlangsung sejak tahun 2012,” jelas Khaidar.

Khaidar mengatakan untuk meningkatkan efektivitas pelaksanaan program Hibah sAIIG tersebut, dilakukan modifikasi terhadap jenis komponen hibah, mekanisme pelaksanaan program, besaran hibah, hingga bentuk bantuan teknis dari Pemerintah Australia dalam meningkatkan kapasitas kelembagaan dan perluasan akses sanitasi yang berkelanjutan yang dikenal dengan Hibah sAIIG Tahap II. 

“sAIIG Tahap II adalah pemberian hibah kepada Pemerintah Daerah yang bersumber dari bantuan Pemerintah Australia yang dimaksudkan untuk memberikan insentif kepada Pemerintah Daerah yang telah berkinerja dengan baik dalam melaksanakan peran dan tanggung jawabnya dalam menyelenggarakan akses pelayanan air limbah yang layak di daerahnya,” ungkap Khaidar.

Acara ini dihadiri oleh Kepala Bappeda Kota Bandar Lampung, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Bandar Lampung, Kepala Dinas PUPR Kota Bandar Lampung, BPPW Lampung, serta konsultan dari SNV. (Methariska – BPPW Lampung)