Permasalahan persampahan di beberapa wilayah di Indonesia telah menjadi pemberitaan hangat akhir-akhir ini. Pertumbuhan penduduk yang pesat diikuti produksi sampah yang semakin banyak belum diimbangi dengan kualitas dan kuantitas infrastruktur persampahan yang memadai.

Direktur Pengembangan Penyehatan Lingkungan Permukiman (PLP) Dodi Krispratmadi saat membuka acara Concept Planning Workshop di Jakarta, Kamis (20/06/2019), mengungkapkan dalam rangka membantu Pemerintah Kota/Kabupaten meningkatkan pengelolaan persampahannya sekaligus usaha kontribusi pada pelaksanaan strategi perubahan iklim, maka Pemerintah Indonesia melakukan kerja sama dengan Pemerintah Jerman melalui program Advanced Solid Waste Management Program for Selected Cities and Regencies.

“Program ini bertujuan untuk menilai kelayakan kota/kabupaten agar dapat mengimplementasikan teknologi dalam pengelolaan sampahnya, mengingat banyak Pemerintah Daerah yang mengalami kesulitan dalam pengadaan lahan untuk TPA. Studi ini akan menilai seluruh aspek pengelolaan sampah termasuk teknis, finansial, peraturan, sosio-ekonomi serta lingkungan,” tutur Dodi.

Dodi menjelaskan, kegiatan ini terdiri dari 3 fase yaitu inceptionconceptual planning dan feasibility. Dari fase inception yang telah dilakukan oleh konsultan, hanya ada 6 kota/kabupaten yang dinyatakan layak untuk dilanjutkan ke fase conceptual planning. Adapun 6 kota/kabupaten tersebut, yaitu DI Yogyakarta, Kota Bekasi, Kota Bandar Lampung, Kabupaten Banyuwangi, Kota Cirebon dan Kabupaten Bogor.

Workshop Concept Planning dihadiri oleh Kepala Bappeda dan DLH dari 6 kota/kabupaten yang masuk di dalam fase conceptual planning. Pada workshop ini juga dilakukan sesi desk masing-masing kota/kabupaten dalam rangka validasi data dan analisis teknologi pengolahan sampah yang paling tepat.

“Saya harap Pemerintah Daerah dapat berdiskusi dengan Kepala Daerah agar dapat menentukan kebutuhan dan ketertarikan kota/kabupaten untuk terus maju ke fase berikutnya,” harap Dodi.(ditpplp/bns)