Kelurahan Sawah Lebar merupakan salah satu kelurahan dengan tingkat kepadatan penduduk yang tinggi. Hal tersebut dikarenakan selain kelurahan Sawah Lebar merupakan kelurahan lama di Kota Bengkulu, kawasan tersebut sekarang juga menjadi pusat konsentrasi pendidikan karena terdapat sekolah favorit mulai dari tinggat TK hingga Perguruan Tinggi. Hal ini mengakibatkan banyak penduduk dari luar Kota Bengkulu untuk tinggal sementara di kawasan tersebut.

Masalah umum yang terjadi dari adanya kepadatan penduduk adalah keterbatasan lahan permukiman sehingga terkadang warga Sawah Lebar membangun tempat tinggal tanpa adanya septic tank. Untuk mengatasi hal tersebut, Direktorat Jenderal Cipta Karya melalui Program Sanimas IDB membangun Sistem Pengolahan Air Limbah (SPAL) di kawasan Sawah Lebar Kota Bengkulu. 

Lurah Sawah Lebar Ego Prasasti saat ditemui di kantornya, Rabu (19/06/2019), sangat mengapresiasi adanya pembangunan SPAL di kelurahannya dan berharap pemerintah pusat dapat terus mengembangkan pembangunan di Kelurahan Sawah Lebar. 

“Bagi kami, pembangunan SPAL ini sangat membantu sekali dalam rangka menata dan memperbaaiki kondisi lingkungan yang ada menjadi lebih baik sehingga masyarakat lebih sadar dalam berperilaku hidup bersih dan sehat,” terang Ego. 

Sementara, salah satu warga pemanfaat SPAL di Kelurahan Sawah Lebar Erni Nirwani mengungkapkan bahwa keberadaaan SPAL Sanimas telah sangat memberi perubahan kebersihan di lingkungannya. 

“Dulu sebelum adanya SPAL ini sebenarnya warga sudah memiliki toilet, namun pembuangan kotorannya belum ke septic tank melainkan langsung ke parit atau siringan rumah sehingga sering menimbulkan aroma yang tidak sedap. Selain itu, jika hujan kotaran tersebut naik ke badan jalan dan menimbulkan pencemaran lingkungan saat hujan reda. Bersyukur sekarang sudah ada SPAL ini, sehingga kotoran dari toilet warga sudah dapat dialirkan ke SPAL dan lingkungan menjadi lebih bersih dan arsi,” ungkap Erni. 

Saat ini, SPAL Sawah Lebar yang dikelola oleh BKM Anggrek telah mampu melayani 61 KK di RT 25 dan masih dapat ditingkatkan lagi. Selain berfungsi sebagai pengolah limbah, SPAL yang dibangun pada tahun 2018 tersebut juga dimanfaatkan sebagai taman warga dan pusat kegiatan masyarakat seperti Posyandu, sosialisasi kesehatan dan nantinya akan dijadikan pusat produksi kuliner rumah tangga. (Memo/Bengkulu/ari)