Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Ditjen Cipta Karya terus memberikan dukungan peralatan penanganan bencana banjir bandang yang terjadi di Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), Kalimantan Timur (Kaltim), danSulawesi Selatan (Sulsel).

Bantuan barang yang telah dikerahkan oleh Darurat Permukiman Regional V melalui Balai Prasarana Permukiman Wilayah (BPPW) Sultra pada Senin (17/06/2019) berupa 4 unit Mobil Tangki Air (MTA), 1 unit mobil toilet, 20 unit WC Knockdown 2 Seat, 20 unit Hidran Umum (HU) dan 20 Unit Pondasi Hidran Umum.

Daerah yang terdampak banjir yaitu daerah sekitar  bantaran Sungai Wanggu yang terletak di  Kecamatan Baruga, Kelurahan Lepo-Lepo. Kondisi perumahan warga yang  terdampak berdekatan dengan badan  sungai dan berada di sekitar wilayah  sempadan Sungai Wanggu. Sehingga  ketika Sungai Wanggu meluap akibat  hujan, luapan air akan menggenangi  rumah warga yang ada di sekitarnya.

Tim reaksi cepat Cipta Karya Provinsi Sultra bergerak tanggap menyuplai kebutuhan darurat korban banjir, yaitu air bersih serta kebutuhan sanitasi. Pihak Satker melalui Darurat Permukiman Regional V Makassar telah berkoordinasi dengan Kepala BPPW Sultra untuk menangani bencana alam banjir bandang. Instrumen yang dikerahkan berupa 1 mobil Tangki Air (MTA), Hidran Umum (HU) dan Toilet Portable. Pengisian air oleh tim dilakukan secara berkala. HU yang telah ditempatkan diisi sebanyak 3-4 kali pengisian dalam sehari penuh selama masa tanggap.

Sementara, untuk Provinsi Kaltim bantuan barang yang telah dikerahkan oleh Darurat Permukiman Regional V melalui BPPW Kaltim berupa, 2 Unit Mobil Tangki Air (MTA), 1 Unit IPA Mobile, 1 Unit Mobil Toilet Cabin, 10 Unit Hidran Umum dan 10 Unit Pondasi Hidran Umum.

Lokasi terdampak banjir di Kota Samarinda terdapat di beberapa  titik, yaitu terdapat di Kecamatan Sungai Pinang, Kelurahan Gunung Lingai: Jl.  Panjaitan, Kelurahan Mugirejo: Jl. Mugirejo, Kelurahan Sungai Pinang Dalam: Jl. Gerilya, Kecamatan Samarinda Utara, Kelurahan Tanah Merah: Jl. Talang Sari Regency dan Jl. Citanduy, Kelurahan Sempaja Selatan: Jl. Wahid Hasyim 1 dan Jl. Wahid Hasyim 2, Kelurahan Lempake: Jl. Gunung Kapur, Kelurahan Sempaja Timur: 15 RT, Kecamatan Samarinda Ulu, Kelurahan Air Hitam: Jl. Juanda di  bawah Fly Over dan Jl. AW  Syahranie, Kelurahan Sidodadi: Jl. Dr. Sutomo, Kelurahan Gunung Kedua: Jl. Pramuka. Jumlah penduduk yang terkena bencana di Kelurahan Sempaja Timur Kecamatan Samarinda Utara adalah sebanyak 2.327 jiwa.  

Terdapat 1 unit IPA mobile berkapasitas 2  liter/detik yang dioperasikan untuk pengelolaan air bersih yang dipasang di lokasi Bengkuring untuk warga yang terkena banjir. Karena keterbatasan Sarpras, lokasi penempatan IPA  mobile hanya ditempatkan di daerah Bengkuring, karena disana PDAM berhenti berfungsi mengoperasikan instalasi air akibat  banjir.

Dalam 15 jam terakhir ini, telah dilaksanakan penyediaan air bersih bagi warga terdampak banjir di kawasan Perumahan Bengkuring (lokasi dengan genangan terluas dan penduduk terpadat), dengan jumlah air terproduksi mencapai 108 m3. Bagi kebutuhan air bersih (minimal) bagi 1.800 jiwa atau 360 KK disalurkan  melalui tandon air Masjid Darussalam yang lokasinya bersebelahan dengan  IPA (mobile) dan IPA (stationer) milik PDAM Kota Samarinda, mobil truk air  bersih milik PDAM Kota Samarinda serta milik relawan, dan ground reservoir  pada IPA (stationer) Bengkuring.

Untuk sarana sanitasi di Perumahan Bengkuring, setelah berkoordinasi dengan pengelola Masjid Darussalam diizinkan untuk menggunakan kamar mandi di Masjid Darussalam sebagai sarana sanitasi warga sekitar.

Selain wilayah Provinsi Sultra dan Kaltim, bencana banjr juga terjadi di Provinsi Sulsel, di wilayah Kabupaten Wajo. Curah hujan yang tinggi berdampak ke beberapa daerah  kecamatan di wilayah Kabupaten Wajo, hingga terkena banjir dengan  ketinggian bervariasi mulai 20-200  Cm. Selain itu, banjir biasanya diakibatkan kiriman air dari  Kabupaten Soppeng dan Sidrap  ketika hujan deras, membuat laju air  turun hingga ke beberapa daerah di  Wajo. Terdapat 7 kecamatan, 22  kelurahan dan 34 desa terkena  dampak banjir.  Ketujuh kecamatan yang terdampak banjir  ialah Kecamatan Kera, Belawa,  Pammana, Tempe, Sabbangparu, Pitumpanua dan Tanasitolo di  Kabupaten Wajo.

Dampak akibat dari banjir di Kabupaten Wajo ialah kerusakan rumah berjumlah 7.675 unit, korban  sebanyak 32.602 jiwa penduduk yang terdiri dari 8.920 KK, lahan pertanian seluas 4.762 sawah dan 1.688 ha kebun. Infrastruktur berupa kantor berjumlah 16 Sarkes, 13 Kantor, tanggul sepanjang 26 meter, sarana pendidikan  berupa 41 sekolah, rumah ibadah 28 masjid, jembatan berjumlah 26 unit, dan jalan sepanjang 616,84 km.

Pemerintah Kabupaten Wajo menetapkan status  tanggap darurat bencana di Kabupaten Wajo. Terdapat 3 mobil tangki air dari PDAM yang beroperasi di Kecamatan Tempe dan disekitarnya. Bantuan sebanyak 15 ton beras yang sebagian  telah disalurkan secara simbolis ke korban banjir di Kabupaten Wajo. (kompuck)