Curah hujan dengan intensitas tinggi memicu banjir di beberapa kabupaten/kota di wilayah Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), antara lain Kota Kendari, Kabupaten Konawe, Kabupaten Konawe Selatan, Kabupaten Kolaka Timur dan yang paling parah terdampak banjir terletak di Kabupaten Konawe Utara.

Bencana banjir tersebut menyebabkan puluhan ribu warga mengungsi, terputusnya beberapa jalan yang menjadi akses trans antar Sulawesi, ratusan rumah hanyut terbawa banjir dan kerusakan pada sektor permukiman, pertanian, perikanan serta fasilitas umum.

Untuk memenuhi kebutuhan akan air bersih, maka Balai Prasarana Permukiman Wilayah (BPPW) Sultra membantu menyalurkan air bersih dengan menurunkan satu unit Instalasi Pengolahan Air (IPA) sistem mobile yang berfungsi untuk menyaring air banjir/sungai menjadi bersih dan layak pakai. Unit IPA berkapasitas maksimum 1,5 liter/detik dengan asumsi untuk memenuhi kebutuhan air minum kurang lebih untuk 1.500 orang. Selain itu, disiapkan 9 hidran umum yang dipasang tersebar di beberapa titik pengungsian, 2 unit mobil tangki, serta menurunkan Tim Satgas Darurat Tanggap Bencana yang bertugas untuk membantu para korban banjir dalam mengevakuasi barang-barang mereka dan mengontrol ketersediaan stok air bersih bagi para pengungsi.

Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Balai BPPW Sultra Mustaba saat mengunjungi lokasi bencana banjir  di satu Kelurahan Wanggu Kota Kendari yang merupakan salah satu wilayah terdampak banjir, Kamis (13/06/2019).

Mustaba menambahkan, disalurkan pula bantuan berupa perlengkapan dan kebutuhan sehari-hari seperti beras, mie instan, minyak goreng, susu, popok bayi, selimut, sarung, biskuit, pakaian layak pakai dan kebutuhan logistik lainnya yang merupakan sumbangan dari seluruh karyawan dan karyawati serta ibu-ibu paguyuban BPPW Sultra. “Kami serahkan lansung ke lokasi yang terdampak banjir. Untuk wilayah Kabupaten Konawe Utara bantuan tersebut diterima lansung oleh Bupati Kabupaten Konawe Utara Ruksamin,” kata Mustaba.

Mustaba menambahkan, bantuan yang diberikan merupakan wujud kepedulian BPPW Sultra untuk meringankan beban para korban banjir. Mustaba berharap semoga ke depannya pemerintah lebih memperhatikan pembangunan infrastruktur di bidang pengendalian banjir sehingga tidak terjadi lagi kejadian seperti ini. Khusus untuk balai agar ke depannya semua perlengkapan tanggap darurat bisa dilengkapi seperti tenda untuk pengungsi, perahu karet, dan motor trail. (BPPW Sultra/ari)