Kepala Pusat Sarana dan Prasarana Pendidikan, Olahraga dan Pasar Ditjen Cipta Karya (PSPPOP) Kementerian PUPR Iwan Suprijanto menghadiri Rapat Pembahasan Infrastruktur Pascabencana dan Progres Pembangunan Infrastruktur PON 2020 di Jakarta, beberapa waktu lalu. Rapat tersebut membahas terkait progres infrastruktur pascabencana dan progres pembangunan infrastruktur PON 2020 yang dilaksanakan oleh Kementerian PUPR.

Rapat dipimpin oleh Deputi I Kepala Staf Kepresidenan dan dihadiri oleh Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan, Direktur Jenderal Bina Marga Kementerian PUPR, Kepala Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional XVIII Jayapura Kementerian PUPR, Kepala UPBU Sentani, Sekretaris Daerah Provinsi Papua, Sekretaris Daerah Kabupaten Jayapura, Direktur Utama PT. Angkasa Pura I (Persero), Direktur Utama PT. Wasita Karya (Persero), Direktur Utama PT. Pembangunan Perumahan.

 “Progres dari pembangunan infrastruktur PON tahun 2020 sampai pada tanggal 12 Juni 2019 meliputi pembangunan Istora Papua Bangkit sebesar 24,03% (deviasi positif), pembangunan Aquatic mencapai 16,5% (deviasi positif), pembangunan Cricket dan Hockey sebesar  11,7% (deviasi positif),” tutur Iwan.

Lanjut Iwan, Menteri PUPR telah melakukan tanda tangan rancangan Inpres baru yang berisi tugas tambahan kementerian/lembaga terkait dalam mendukung pelaksanaan PON 2020. Selain itu, terdapat  kendala  dalam pembangunan venues tambahan diataranya, belum adanya lokasi yang sesuai untuk arena gateball, DED atau desain beserta keterangan lahan clean and clear belum diserahkan kepada Kementerian PUPR dan Kantor Staf Kepresidenan (KSP) akan merekomendasikan surat dari Gubernur Papua terkait dengan penentuan lokasi dan penyerahan dokumen yang dibutuhkan untuk membangun venues tambahan PON Papua 2020.

“Perlu dibentuk Technical Delegate (TD) untuk mendampingi pembangunan venues PON Papua,” tutur Iwan. (PSPPOP/ari)