Peran dari Tenaga Fasilator Lapangan (TFL) bukan hanya sebagai pendamping masyarakat, tetapi juga sebagai motivator dan juga fasilitator dalam membina jaringan atau networking dengan pihak lain. Kemampuan yang perlu dimiliki seorang TFL bukan hanya kemampuan teknis, tetapi juga kemampuan manajerial dan leadership. Selain itu, tantangan yang dihadapi oleh seorang TFL bukan hanya bagaimana membentuk KSM/KPP, tetapi juga mendampingi masyarakat dalam membangun infrastruktur dan menyusun rencana operasional pasca konstruksi untuk menjamin keberlanjutan infrastruktur yang telah terbangun.

Hal tersebut diungkapkan oleh Kasubdit Air Limbah Domestik Direktorat Pengembangan PLP Ditjen Cipta Karya Suharsono Adi Broto saat membuka acara kegiatan Peningkatan Kapasitas TFL Sanitasi Perdesaan Padat Karya Wilayah Timur Gelombang II (Makassar) Tahun 2019, Senin (13/05/2019) di Makassar. 

“Seperti kita ketahui pula bahwa salah satu faktor kunci keberhasilan program sanitasi perdesaan padat karya adalah adanya peran dari TFL. Merekalah yang mendampingi masyarakat dalam menyusun perencanaan, melaksanakan pembangunan dan merancang rencana operasional dan pemeliharaan dari infrastruktur yang telah terbangun,” tutur Suharsono. 

Peningkatan kapasitas ini dilaksanakan dengan tujuan memperkuat kapasitas fasilitator dalam memfasilitasi kegiatan serta mengembangkan pemahaman dalam proses pendampingan pelaksanaan pembangunan sarana sanitasi perdesaan padat karya. “Selain itu, agar pelaksanaan program dapat berjalan dengan baik dan tepat waktu, peningkatan kapasitas fasilitator ini perlu dilaksanakan lebih awal agar sinkron dengan proses kegiatan di lapangan,” ujar Suharsono.

Suharsono menegaskan, mengingat begitu beragamnya pengetahuan dan keterampilan yang akan diberikan pada kegiatan ini, serta strategisnya kegiatan ini dalam meningkatkan kapasitas para TFL, agar seluruh peserta yang hadir untuk dapat memanfaatkan  kegiatan ini dengan sebaik-baiknya, sehingga ketika kembali ke daerah masing-masing mampu membawa pengetahuan dan pengalaman baru dalam melakukan pendampingan kepada masyarakat dalam pelaksanaan program sanitasi perdesaan padat karya. (Jamal BPPW Sul Sel/ari)