Balai Prasarana Permukiman Wilayah (BPPW) Provinsi Papua Barat turut memperingati Hari Air Dunia ke-XXVII, yang diprakarsai oleh Balai Wilayah Sungai (BWS) Provinsi Papua Barat, Direktorat Jenderal Sumber Daya Air, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat di Pulau Mansinam Manokwari, Jumat (12/04/2019).

Kegiatan yang dilakukan berupa aksi pembersihan lingkungan pulau dan penanaman pohon. Acara tersebut dibuka oleh Bupati Manokwari yang diwakili oleh Asisten II Setda Kabupaten Manokwari Harjanto Ombesapu. 

Dalam sambutannya, Harjanto mengatakan penanaman pohon merupakan gerakan nyata secara massal yang bertujuan untuk menambah tutupan lahan dan air serta mencegah terjadinya banjir dan longsor. Selain itu juga untuk mendukung pembangunan ketahanan pangan, energi dan ketersediaan air untuk kesejahteraan masyarakat. 

Harjanto berharap, penanaman pohon dapat membangkitkan semangat swadaya masyarakat dalam gerakan penanaman pohon serta dapat mengendalikan longsor dan banjir dan menyediakan sumber air bersih di saat musim kemarau. 

Sementara, Kepala BWS Provinsi Papua Barat Alexander Leda mengatakan, untuk mencukupi kebutuhan air, masyarakat di Pulau Mansinam masih berharap pada air tanah, air sumur. Namun, air sumur cukup terbatas sehingga  masyarakat harus menanam banyak pohon agar ketika turun hujan air masuk dan meresap sebanyak-banyaknya ke dalam tanah. 

“Dengan begitu, kalaupun menggali sumur di pinggir pantai airnya tetap tawar. Tapi, kalau aliran air tanah di pulau itu kurang, yang masuk adalah air laut. Dengan demikian, lama-lama air menjadi asin. Itulah yang perlu dijaga,” kata Leda.

Aksi penanaman pohon dilakukan sepanjang bibir pantai sejauh kurang lebih 500 meter mulai dari Pelabuhan Mansinam. Penanaman pohon diikuti oleh pejabat dan staf BWS Provinsi Papua Barat, BPPW Provinsi Papua Barat dan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Manokwari, serta masyarakat yang tinggal di Pulau Mansinam. (Lilis BPPW Pabar/ari)