Dalam penyusunan program bidang Cipta Karya tahun 2020 wilayah Riau, Randal PIP Provinsi Riau mengadakan persiapan Konsolidasi Program Cipta Karya Wilayah Riau di ruang Audiovisual Gedung PIP2B Riau, Rabu (20/02/2019).

PPK Randal PIP Riau Ikrar Setiaty menjelaskan kendala yang dihadapi dari Satker PSPAM Provinsi Riau adalah keterbatasan sumber air baku di lapangan. Akan tetapi capaian air layak minum menurut data BPS di tahun 2017 berkisar 75,12%.

Sementara, untuk Satker PSPLP Provinsi Riau secara nasional data dari BPS tahun 2018 persentasenya sebesar 77, 92%, sedangkan Provinsi Riau berkisar pada 71,15%. Di samping itu kendala yang dihadapinya belum ada TPA Regional khusus di kawasan strategis di Provinsi Riau. Capaian Satker PKP Provinsi Riau pada tahun 2018 telah melaksanakan pembangunan kawasan kumuh seluas 245,69 ha atau setara 20,83% dari luasann 1.179,72% sesusi dengan SK Kumuh Tahun 2014.

Untuk sektor PBL mengisyarakatkan masih minimnya sarana pendidikan, pasar dan gedung olahraga. Selain itu, hanya Kabupaten Siak saja yang menjadi Kota Pusaka. Sedangkan kabupaten di luar Siak kurang mendapat perhatian. Ke depannya diusulkan Kabupaten Bengkalis dan Kabupaten Kepulauan Meranti untuk dilaksanakan dan ditetapkan sebagai Kota Pusaka.

Menanggapi hal ini, Kepala Balai Prasarana Permukiman Wilayah Provinsi Riau Ichwanul Ichsan berharap ke depannya para Satker di lingkungan Ditjen Cipta Karya untuk lebih meningkatkan koordinasi. Agar kinerja lebih maksimal diupayakan penerapan koordinasi yang lebih mendalam agar perencanaan saling menunjang satu sama lain sehingga tercipta program yang optimal. (Hendri/Randal PIP Riau/ari)