Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono bersama Menteri Keuangan Sri Mulyani meresmikan Penataan Kawasan Dermaga Tawiri dan Revitalisasi dan Penataan Kawasan Pantai Wainitu, Kecamatan Nusaniwe, Kota Ambon. Peresmian dilakukan dengan penekanan tombol dan dilanjutkan penandatangan prasasti oleh Menkeu Sri Mulyani di Dermaga Tawiri, Kota Ambon, Rabu (9/1/2018). Turut hadir dalam peresmian tersebut, Gubernur Maluku Said Assagaff, Komandan Lantamal IX Laksamana Pertama Antongan Simatupang dan Wakil Walikota Ambon Syarif Hadler.

Kementerian PUPR melalui Ditjen Cipta Karya dan Ditjen Sumberdaya Air melakukan revitalisasi Pantai Wainitu dengan membangun pengaman untuk menjaga garis pantai dari  abrasi dan erosi, sekaligus untuk mendukung pengembangan Ambon Water Front City di zona 9. Pembangunan Pengaman Pantai Wainitu sepanjang 1.451 meter dilakukan oleh Balai Wilayah Sungai (BWS) Maluku, Ditjen Sumber Daya Air secara bertahap dari tahun 2013-2015.

Pembangunan pengaman pantai dilanjutkan dengan penataan kawasan Wainitu yang sebelumnya merupakan salah satu kawasan kumuh di Kota Ambon. Penataan dilakukan oleh Ditjen Cipta Karya pada tahun 2018 dengan anggaran Ro 11,3 miliar berupa pembangunan landmark,  jalur pejalan kaki sepanjang 350 meter, lapangan futsal dan volley, jembatan, tempat bermain anak dan kawasan taman. Selain itu dilengkapi oleh lampu penerangan, tempat sampah dan gazebo.

Basuki mengatakan pada peresmian proyek infrastruktur PUPR kali ini, ia sengaja mengajak Menteri Keuangan Sri Mulyani hadir untuk melihat langsung pemanfaatan dana APBN, khususnya yang  bersumber dari Surat Berharga Syariah Negara (SBSN).

Sementara, Sri Mulyani mengatakan peresmian proyek di Maluku diharapkan akan meningkatkan perekonomian di daerah dan bagian dari hadirnya negara dalam membangun kawasan timur Indonesia. “Ini juga mencerminkan komitmen yang tinggi Presiden Joko Widodo untuk membangun Indonesia dari pinggiran. Hal ini dibuktikan dengan kehadiran beliau langsung yang cukup sering (ke Indonesia Timur) untuk memastikan seluruh proyek infrastruktur bisa betul-betul diselesaikan,” kata Sri Mulyani.

Penataan Kawasan Dermaga Tawiri berupa pembangunan Dermaga TNI AL yang dilengkapi kantor, gudang senjata, pos jaga, dan klinik.  Anggaran pembangunan sebesar Rp 121 miliar yang bersumber dari SBSN tahun 2017-2018. Pembangunan dikerjakan oleh Kontraktor  PT. Brantas Abipraya dengan konsultan PT. Yodya Karya.

Pembangunan Dermaga Tawiri beserta sarana dan prasarana penunjang lainnya untuk melayani sandar kapal tonase besar milik TNI AL yang tidak bisa melintas di bawah Jembatan Merah Putih.

Pada tahun 2018, penataan ditambah dengan pembangunan Mess bagi Perwira, Tamtama dan Bintara yang dilengkapi furnitur dengan anggaran total Rp 20,1 miliar dengan kontraktor PT. Adhidaya Evaniatama. Penataan kawasan Dermaga Tawiri dilanjutkan tahun 2019 dimana akan dilakukan penataan lansekap dan dibangun dock seluas 48.155 m2, kawasan mangrove seluas 17.264 m2 dan fasilitas umum seperti monumen, masjid, gereja Protestan dan gereja Katolik. Biaya pembangunan diperkirakan sebesar Rp 30,6 miliar. (rra-fadly-randal maluku)