Sesuai dengan amanat Undang-Undang Nomor 26 tahun 2017 tentang Penataan Ruang, yaitu dimana 30% kawasan kabupaten/kota harus dimanfaatkan sebagai ruang terbuka hijau, Direktorat Jenderal Cipta Karya melalui Satuan Kerja Penataan Bangunan dan Lingkungan (Satker PBL) Provinsi Bengkulu memfasilitasi dalam bentuk dana stimulan berupa pembangunan Taman Smart City Karang Nio di Kabupaten Lebong.

Bupati Kabupaten Lebong Rosjonsyah dalam peresmian Taman Smart City, Minggu (06/01/2019) mengungkapkan apresiasi atas pembangunan yang telah dilaksanakan oleh Satker PBL sehingga Kabupaten Lebong sekarang memiliki icon baru di bidang pariwisata dalam menghadapi visit Bengkulu 2020. 

“Terima kasih kepada Ditjen Cipta Karya yang telah membangun Taman Smart City ini di Kabupaten Lebong sehingga dengan adanya Taman Smart City ini diharapkan dapat memberikan kesan baik bagi wisatawan yang berkunjung ke Kabupaten Lebong dan dapat meningkatkan pemasukan di bidang pariwisata, mengingat nantinya Kabupaten Lebong akan dijadikan perlintasan destinasi wisata dalam Visit Bengkulu 2020,” terang Rosjonsyah. 

Sementara Kepala Satker PBL Provinsi Bengkulu Melki Rusera Saputra mengungkapkan bahwa Taman Smart City tersebut merupakan taman multi fungsi dimana selain sebagai ruang terbuka hijau juga berfungsi sebagai sarana dan prasarana bagi masyarakat Lebong untuk menyalurkan seni dan kreativitasnya. Taman yang dibangun diatas lahan seluas 13.500 m2 memiliki fasilitas di antaranya taman bermain anak, fasilitas olahraga, amphitheatre, toilet, lahan parkir, pedestrian, shelter, lampu penerangan, dan jogging track

“Kami berharap masyarakat dapat memanfaatkan fasilitas yang ada di Taman Smart City ini dengan sebaik-baiknya dan kepada Pemerintah Kabupaten diharapkan dapat segera melakukan pengelolaan dan pemeliharaan terhadap taman yang telah terbangun serta dapat melakukan kegiatan yang bersifat edukatif agar manfaat dan keberlanjutan dari Taman Smart City Karang Nio ini dapat terwujud,” harap Melki. (memoden/Bengkulu/ari)