Balai Prasarana Permukiman Wilayah (BPPW) Kalimantan Timur bersama Pusat Fasilitasi Infrastruktur Daerah, Sekretariat Jenderal, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, melaksanakan koordinasi perihal dukungan teknis pengukuran SPM dan capaian outcome DAK Bidang Air Minum, Sanitasi, dan Perumahan kepada daerah Pilot Project, melalui video teleconference, di Ruang Rapat Kampung Ketupat, Gedung PIP2B, BPPW Kalimantan Timur, Selasa (23/06/2020).

Dalam acara tesebut, Kota Samarinda dipilih oleh Tim World Bank bersama Pusat Fasilitasi Infrastruktur Daerah, untuk termasuk dalam 3 kota yang menjadi pilot project untuk perancangan sistem pemantauan dan evaluasi DAK Bidang Air Minum, Sanitasi, dan Perumahan, di provinsi masing-masing. 

Adapun kriteria yang menjadi penilaian untuk ketiga kota yang terpilih tersebut adalah karena kepatuhan pelaporan kegiatan DAK yang baik pada website e-monitoring Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat selama 2 tahun berturut-turut, yaitu pada tahun 2018 dan tahun 2019. Selain itu, untuk mengetahui capaian output dari prasarana yang telah dibangun dari pendanaan DAK, maka Tim World Bank bersama Pusat Fasilitasi Infrastruktur Daerah, universitas, dan Tenaga Fasilitator Lapangan (TFL) merencanakan untuk melaksanakan tinjauan ke lokasi kegiatan DAK tahun 2018 dan tahun 2019 yang telah terbangun dan melakukan survey terhadap penerima manfaat. 

Kepala BPPW Kalimantan Timur Sandhi Eko Bramono mengucapkan selamat kepada Pemerintah Kota Samarinda yang telah terpilih sebagai pilot project untuk perancangan sistem pemantauan dan evaluasi DAK Bidang Air Minum, Sanitasi, dan Perumahan di Provinsi Kalimantan Timur. 

Sandhi berharap agar kegiatan DAK di Provinsi Kalimantan Timur dapat terlaksana dengan baik dan output yang dihasilkan sesuai dengan yang diinginkan, sehingga prasarana yang telah dibangun melalui pendanan DAK dapat benar-benar dimanfaatkan secara maksimal oleh masyarakat. (Umi/Balai PPW Kaltim/ari)