Dewasa ini program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat, atau dikenal dengan sebutan Pamsimas merupakan platform pembangunan air minum dan sanitasi perdesaan yang dilaksanakan dengan pendekatan berbasis masyarakat. Saat ini, Program Pamsimas memasuki fase ketiga (Pamsimas III) yang dilaksanakan pada kurun waktu 2016-2020, dengan target sasaran 31 desa baru yang akan dibangun di Kabupaten Pandeglang, dan 2 desa mendapatkan Hibah Insentif Desa (HID) Program Pamsimas.

Melalui Balai Prasarana Permukiman Wilayah (BPPW) Banten Direktorat Jenderal Cipta Karya Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat melaksanakan Monitoring Kegiatan Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas). Kegiatan monitoring ini guna mensurvey lokasi titik pembangunan infrastruktur dan Kesiapan Kelompok Keswadayaan Masyarakat (KKM) dalam pelaksanaan kegiatan Pamsimas di beberapa titik Kelurahan Kecamatan Kabupaten Pandeglang. 

Saat ditemui di tempat yang berbeda, Kepala Balai Prasarana Permukiman Wilayah Banten Rozali Indra Saputra beberapa waktu lalu menyampaikan program Pamsimas merupakan salah satu program unggulan Direktorat Jenderal Cipta Karya, namun dalam masa pandemi COVID 19 merupakan masa tersulit untuk melakukan aktifitas pekerjaan, tetapi the show must go on, pekerjaan harus tetap dilaksanakan dengan mengutamakan kesehatan dan keselamatan serta keberpihakan terhadap skema protokol COVID 19 yang telah disusun oleh tim BPPW Banten.

Sementara, Pejabat Pembuat Komitmen Pengembangan Sistem Penyediaan Air Minum David Manurung mengatakan Kabupaten Pandeglang ada beberapa desa yang berkontribusi dalam pembangunan program Pamsimas melalui dana desa. Ini merupakan kontirbusi yang sangat aktif dari pihak desa dalam penyelenggaraan Program Pamsimas. “Kita harapkan Program Pamsimas ini dapat berjalan dengan baik dan tepat sasaran demi memenuhi kebutuhan air minum di desa tersebut,” tambah David. (David/AFQ/BPPWBANTEN/ari)