Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) sepanjang tahun 2019 telah melaksanakan perbaikan terhadap sarana prasarana pendidikan yang berada di Provinsi Banten, diantaranya terhadap bangunan sekolah dan madrasah. Rehabilitasi sarana prasarana pendidikan yang berada di Provinsi Banten dilakukan melalui Pusat Pengembangan Sarana Prasarana Pendidikan, Olahraga, dan Pasar (PSPPOP) yang kemudian dilaksanakan oleh Balai Pengembangan Permukiman Wilayah (BPPW) Banten.

Dari data yang ada di Pusat PSPPOP tercatat bahwa BPPW Banten telah melaksanakan rehabilitasi 194 Unit Bangunan Sekolah dengan metode single year contract (SYC) dan 11 unit bangunan madrasah di sepanjang tahun 2019. 

Keseluruhan bangunan tersebut tersebar dengan mayoritas kegiatan rehabilitasi/renovasi berada di Kabupaten Lebak dengan jumlah 129 sekolah, kemudian sisanya berada di Kabupaten Serang, Kota Serang, dan Kabupaten Tangerang. Saat ini sedang berlangsung pekerjaan rehabilitasi/renovasi bangunan sekolah dan madrasah dengan metode Multi Year Contract (MYC) 2019-2020 yang berjumlah 30 unit bangunan sekolah yang ditargetkan dapat selesai sebelum akhir tahun ini. 

“Penanganan terhadap bangunan sekolah dan madrasah yang ditangani oleh Pusat PSPPOP dan dilaksanakan oleh BPPW Banten ini berdasarkan prinsip 3T yaitu Terdepan, Terluar, dan Tertinggal kemudian demi menjaga kualitas penanganannya menerapkan prinsip 5T yaitu Tepat mutu, Tepat Waktu, Tepat Biaya, Tepat Administrasi, dan Tepat Manfaat,” ujar Kepala Pusat PSPPOP Iwan Suprijanto. 

 Hal ini sejalan dengan amanat Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, yaitu rehabilitasi sekolah dan madrasah bertujuan untuk mendukung Pemerintah dalam pengembangan sumber daya manusia yang unggul. 

“Dengan tanggung jawab yang semakin besar tersebut, Kementerian PUPR harus mempertajam program dengan fokus pada belanja modal yang manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat. Untuk itu kapasitas membelanjakan uang negara harus terus ditingkatkan agar output yang diperoleh berkualitas,” kata Iwan, beberapa waktu lalu. 

Iwan juga menyampaikan bahwa penanganan ini menelan anggaran total sebesar 191,4 miliar rupiah untuk bangunan sekolah dan 12,9 miliar rupiah untuk bangunan madrasah. 

“Kementerian PUPR melalui Pusat PSPPOP di tahun 2020 ini khusus untuk Provinsi Banten dalam penanganan bangunan sekolah/madrasah menyiapkan anggaran kembali sebesar lebih kurang sebesar 156 miliar rupiah untuk penanganan bangunan sekolah dan 13 miliar rupiah untuk penanganan bangunan madrasah. Khusus untuk bangunan yang telah diselesaikan metode SYC tahun 2019 diharapkan dapat segera dilaksanakan serah terima kelola dan pemanfaatan sehingga dapat menyelesaikan pekerjaan secara tepat waktu,” tegas Iwan. (MFA/PPSPPOP/ari)