Balai Prasarana Permukiman Wilayah (BPPW) Banten menurunkan tim Satgas bencana untuk membantu korban banjir dan longsor di Kabupaten Lebak. Bencana alam banjir bandang terjadi pada tanggal 01 Januari 2020 mulai Pukul 05.00 WIB akibat meluapnya Sungai Ciberang dan Sungai Cidurian dan melanda 6 kecamatan, meliputi Kecamatan Sajira, Kecamatan Cipanas, Kecamatan Lebakgedong, Kecamatan Curugbitung, Kecamatan Maja, dan Kecamatan Cimarga.

Banjir bandang dan tanah longsor di Kabupaten Lebak, Banten merusak sejumlah bangunan dan fasilitas umum, seperti rumah, sekolah, hingga jembatan. Bencana ini juga merusak 489 hektar lahan pertanian masyarakat. Akibat bencana yang terjadi, sedikitnya 10 korban meninggal dan 1 orang dinyatakan hilang. Sementara, total pengungsi mencapai 3.227 KK yang tersebar di delapan pos pengungsian. Sedangkan jumlah bangunan rusak mencapai 3.105 unit, meliputi 1.410 rumah rusak berat, 421 rusak ringan, dan 1.110 rumah terdampak lumpur. Kemudian disusul kerusakan pada 19 sarana pendidikan, 27 kantor pemerintahan, 28 unit jembatan.

Dalam kunjungannya, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengungkapkan Kementerian PUPR sangat concern dengan air bersih terutama di tempat pengungsian. Instalasi Pengolahan Air Minum (IPA) terdekat maupun IPA mobile juga dimanfaatkan untuk mensuplai air bersih, khususnya ke posko pengungsian.

Sementara, Kepala BPPW Banten Indra Saputra beberapa waktu lalu menjelaskan, Kementerian PUPR melalui BPPW Banten membuat posko bencana yang berlokasi di Kecamatan Sajira. Selain menyediakan logistiK, BPPW Banten menyediakan bantuan berupa HU 12 unit dengan kapasitas 2000 liter, mobil tangki 4 unit berkapasitas 4000 liter, toilet mobile 3 unit, bio septic tank 3 unit, tenda pleton 3 unit, dump truck 1 unit, dengan jumlah personil yang diturunkan berjumlah 15 orang.

“Dalam masa tanggap darurat, yang paling penting adalah ketersediaan prasarana dan sarana air bersih dan sanitasi untuk keperluan sehari-hari bagi para korban dan pengungsi,” tutur Indra. (ero/BPPWBanten/ari)