Tercatat sebanyak 755 peserta yang terdaftar sebagai peserta sayembara dan terdapat 292 peserta yang mengunggah karya ke dalam sistem sayembaraikn.pu.go.id. Namun, berdasarkan hasil evaluasi administrasi maka dinyatakan hanya 257 peserta yang dinyatakan lulus dan masuk ke dalam proses penyeleksian selanjutnya.

Direktur Jenderal Cipta Karya Danis H. Sumadilaga mengungkapkan dalam Penjurian Sayembara Gagasan Desain Kawasan Ibu Kota Negara pada Senin (09/12/2019) di Jakarta bahwa proses pemindahan ibu kota negara yang tidak dikerjakan dalam jangka waktu yang sebentar, maka proses pemindahan ibu kota negara ini adalah suatu sejarah.”Sejak awal kami sudah berupaya memberikan ruang untuk masyarakat untuk ikut memberikan ide atau gagasan. Oleh sebab itu, satu cara yang paling efektif adalah melalui gagasan desain ini,” tutur Danis. 

Sayembara gagasan desain ibu kota negara sudah dibuka sejak bulan November, kemudian pemasukan karya hingga evaluasi persyaratan administrasi sudah berjalan sampai 6 Desember 2019, dan dilanjutkan dengan penjurian tahap I dan II tanggal 9-13 Desember 2019 yang nantinya karya peserta  akan memasuki proses penetapan pemenang sebelum nantinya pemenang akan diumumkan tanggal 23 Desember 2019. 

Sebelum penjurian dimulai, Dirjen Cipta Karya yang juga selaku ketua pelaksana sayembara gagasan ibu kota negara memberikan sumpah kepada para juri untuk memberikan penilaian sesuai dengan ketetapan penjurian. 

Tercatat ada 13 juri yang menilai dalam penjurian tahap I dan II ini, diantaranya Imam Santoso Ernawi (Ketua Satgas Perencanaan Pembangunan Infrastruktur IKN), Andy Siswanto (Praktisi Urban Desain), Gunawan Tjahjono (Arsitek), Wiendu Nuryanti (Praktisi Arsitek, Budaya, Pariwisata), Masjaya (Rektor Universitas Mulawarman), Rudy Soeprihadi Prawiradinata (Deputi Bidang Pengembangan Regional Bappenas), Ridwan Kamil (Praktisi Arsitektur dan Urban Desain), Nyoman Nuarta (Praktisi Pemahat Patung), Danang Priatmojo (Ahli Perancang Kota (IARKI)), Ikaputra (Arsitek (IAI)), Denny Zulkaidi (Ahli Perencana Kota (IAP)), Bintang Agus Nugroho (Praktisi Arsitektur Lansekap), Daliana Suryawinata (Arsitek dan Ahli Perancang Kota (DIASPORA)). (dewi)